Friday, August 17, 2007

The Richest 150 continues

Melanjuti majalah Globe yg membahas 150 org terkaya di Indonesia.
Ada 1 kesamaan yang saya temukan dari bisnis mereka semua. Masih
ingat tulisan saya mengenai Wealth Formula dan Leverage? Anda bisa
klik disini :
http://asia.groups.yahoo.com/group/moneymakerclub/message/4
http://asia.groups.yahoo.com/group/moneymakerclub/message/6

Wealth = Value x Leverage

Para Taipan ini sangatlah luarbiasa dalam menciptakan Value
produk/jasa mereka dan menciptakan Leverage yang luar biasa juga.

Kalaupun valuenya tidak terlalu besar, tetapi Leveragenya luar biasa.
Mereka bukan hanya sekedar me-magnify, but juga melakukan
multiplikasi yang luar biasa.

Bukan saja sebagian dari mereka bisa membuat produk/jasa yang hanya
bisa diprovide oleh mereka, tetapi mereka juga punya pasar yang luar
biasa.

Amati jenis bisnis mereka, mulai dari rokok, hasil bumi, property,
textile, consumers food& goods, automotive, oil&energy, bahkan
media. Produk dan bisnis mereka merupakan produk dan bisnis yang
diterima dan atau dipakai/dikonsumsi oleh orang banyak. Ehm..
bayangkan how big they can leverage.

Sebagian malah telah melebarkan sayapnya ke dubai, USA, europe, dll.

Simak Wings Grup, start dengan sabun/deterjen melalui sebuah home
industry tahun 1948. Th 1970 mereka launch sabun Ekonomi dan terus
ekspan ke berbagai produk toiletries, odol, sampo, dll. Mereka
memanfaatkan jalur distribusi yang telah mereka bangun bertahun2 dan
terus menciptakan produk2 baru yang kemudian tinggal dilempar ke
pasar dengan jalur distribusi yang kurang lebih sama.

Bayangkan pada 2003, setelah Indomie sendirian 'memonopoli' mie
instan, dalam sekejap market sharenya direbut oleh Mie Sedap produk
Wings yang menguasai 26%. Luar biasa, setelah berbagai produsen coba
untuk terjun ke mie instan dan selalu kalah di hajar Indofood.

Wings tahu bagaimana menciptakan value dan me-leveragekannya.
Apalagi mereka selama ini dikenal sebagai follower dan penjiplak
yang hebat. Mungkin kalau di sekolah ini dikategorikan nyontek, dan
salah. But in business merupakan salah satu cara dan metoda yang
powerful dan terbukti Wings membuktikannya, bukan hanya sekedar
menjiplak , but berhasil menciptakan value2 baru yang tidak dimiliki
competitornya atau yg dijiplaknya.

Hary Tanoesoedibjo, Surya Paloh, Jakob Oetama, Dahlan Iskan,ke-4nya
sukses lewat bisnis media. Sebuah bisnis yang punya market
luarbiasa. Siapa sangka media yang awalnya mungkin hanya sekedar
koran/majalah, bisa membuat yang empunya masuk daftar 150 terkaya.
Kalo jadi kaya, wajar, tapi masuk list 150 ?? Hebat!

Tidak heran Hary Tanoe ekspansif sekali membeli berbagai media
televisi. Dia tentu tahu media merupakan salah satu instrumen
leverage yang luar biasa. Jaman gini, siapa yang tidak nonton tv??

Djarum, Sampoerna, Gudang Garam, sudah jelas dengan market jutaan
orang di Indonesia saja, tanpa perlu menghitung luar negeri, anggap
sekian persen penduduk indonesia merokok, dan anggap saja 1 hari
sebatang saja, berapa banyak yang bisa mereka raup dalam setahun??
Apalagi banyak org yg tidak cukup kalau 1 batang sehari.
Belum lagi mereka serius menggarap market perempuan dengan rokok
putihnya/mild. Strategi leverage yg pintar.

Sosro?? Wah ini sebuah legend :) Teh dalam botol? siapa sangka?? but
masuk dalam 150 richest. Siapa tidak tahu tehbotol? siapa tidak
pernah minum tehbotol. Tehbotol sukses menguasai minuman
menyingkirkan cocacola atau pepsi, Coba liat, kalau bukan di
fastfood modern,pasti tehbotol rajanya. Cocacola dan pepsi menang di
jaringan fastfood KFC, McD, dll. But kalau foodcourt hampir bisa
dipastikan sosro rajanya. Coba tengok berapa banyak krat yg habis
dalam 1 hari?? Hebatnya teh botol cuman 225ml, tidak sampe segelas,
tapi laku keras.

Terakhir Sosro keluarkan Tebs utk menghajar softdrink dan masuk
kelas cafe (karena kalau di cafe Sosro kayaknya kalah pamor dengan
Coca cola and pepsi), tidak tahu sudah seberapa suksesnya.

Trihatma, biz property, sudah jelas, property diminati baik investor
maupun pengguna. Dgn concept "back to city", Podomoro Grup memboyong
kembali warga jakarta yang tadinya sudah mau membeli rumah2 di
pinggir Jakarta (serpong, Tangerang, dll) dan membeli apartement
ditengah kota.

Tommy Winata (TW), nah ini satu2nya yang paling menonjol dalam
tulisan bahwa dia berhasil karena leveragenya dengan cara the power
of network. So buat TW , bukan sekedar "APA yang Anda tahu" yang
bikin Anda sukses, tapi "SIAPA yang Anda tahu/kenal" itu yang bisa
mengangkat Anda sukses. Terbukti kalau networking bisa membuat orang
sukses.

ABC, Ramayana, Garuda Food, Mayora, KFC juga merupakan perusahaan2
yang sukses leverage dengan melayani banyak orang.

Tidak heran kalau banyak orang suka cari "proyek" yang melayani
customer base /orang banyak . Bisnis2 di bidang jalan tol, parkir,
transportasi, properti, selalu mengundang minat bisnis orang. Karena
nilai transaksinya sangat besar, dan yang terpenting bukan hanya
sekedar capital gain (1kali), tapi residual income (cashflow)
mengalir everyday.
Bisa tebak berapa banyak mobil keluar masuk tol dalam kota dalam 1
hari?? Pergi kerja, dan pulang kerja (minimal sudah 2 kali).

So itu sekilas saja ttg bisnis2 the richest 150 itu, masih banyak
lagi yg bisa digali. But coba look at our self now. Look and
evaluate our business. Sebesar apapun value yang kita create dalam
bisnis/jasa/produk kita, tapi kalau kita tidak meleveragekannya,
hasilnya ternyata tidak terlalu bagus.

Itulah sebabnya kalau ditanya apakah Burger McDonald adalah yang
terbaik, tidak banyak yang mengakui, atau malah tidak ada. Tapi
apakah Burger McDonald adalah best seller burger in the world, semua
mengakuinya. So best product/service not always make you to be the
best/no.1. But how u leverage it, that's the question!

Remember kata Brad Sugars, better 1% from 100 people's income than
100% income only from yourself.

Anda mungkin tahu dan kenal siapa yang bisa menggunting rambut Anda
dengan baik, tetapi tidak banyak yang kemudian bisa menjadi Johny
Andrean or Peter Saerang.

Kalau tidak bisa magnify seperti Carrefour (tapi Carrefour juga
Multiply), lebih baik pakai strategy Multiply seperti AlfaMart dan
Indomaret, yg terbukti sukses dan telah buka ratusan gerai (atau
mungkin ribuan).

Supermarket seperti Hero, yang sizenya ditengah2 pasti kelimpungan
menghadapi Carrefour dan Alfamart itu. Mau murah kalah murah, mau
buka banyak juga susah. Untung Hero buru2 gaet Giant, kalau tidak ga
tau deh. Tapi di kota2 selain Jakarta Hero tentu masih jaya.

Tapi bisnis apapun yang Anda geluti sekarang ini, yakinlah bahwa
bisnis itu dikelola dengan baik dan sungguh2, pasti bisa juga
menjadi besar. Siapa sich yang sangka teh botol bisa sebegitu
sukses, or jual kacang kayak GarudaFood, bisa sesukses ini.

So , jangan lupa FOKUS ! Dengan market Indonesia sebesar 200juta
plus market dunia, jual jasa/produk apapun asal Anda bisa memenuhi
selera / kebutuhan pasar dan tentunya tahu bagaimana menjualnya,
hampir bisa dipastikan usaha Anda pasti akan berhasil.

So ask now, how you leverage your business ??

dagg...
franky

The Richest 150 in Indonesia

Hi all,

Sudah punya dan baca majalah Globe Asia edisi 7 aug 07 ?
Berita utamanya mengenai Richest 150 in Indonesia.

Saya pribadi highly recommended buat Anda membeli majalah tsb,
karena di dalamnya juga ada ulasan2 singkat dan profile mengenai
masing2 pribadi yg masuk dalam daftar tsb.

Byk sekali yg bisa dipelajari dari sana, seperti bagaimana
perjalanan bisnis mereka dari awal, bisnis apa yg mereka geluti, apa
yg membuat mereka bisa berhasil, mengapa mereka terjun ke bisnis
itu, bagaimana mereka melakukan manuver2 bisnis, bagaimana mereka yg
minus secara keuangan saat krisis 1998, bisa berbalik dalam waktu
kurang dari 10 th ini dan masuk list tsb, dsbnya.

Saya tidak tahu pasti berapa jumlah total kekayaan yang dipegang
dari 200juta penduduk Indonesia, but dari 150 orang ini saja
terkumpul total US$ 46,6 Billion ~ Rp 466 triliun (koreksi kalau
saya salah)

150 org dari 200juta orang ~ 0,000075 % memegang ...% dari total
kekayaan Indonesia ??

Kesimpulan lain dari list tsb :
1. Rata2 kekayaan tiap orang US$ 311 million
2. Rata2 umur : 43 th
3. Range umur : 36-92 th
4. Perbedaan kekayaan antara no.1 dan no. 150 sebesar 84 kali lipat.
5. Jenis2 usaha yg digeluti oleh Top 10 adalah : Rokok (3org),
Properti (4org), Telekomunikasi (2org), Sumber Daya Alam&Energy
(5org) , dan Consumer Goods (1org)

dan masih banyak lagi kesimpulan/analisa yg bisa didapat, nanti saya
lanjutkan pada tulisan berikutnya...

Saran saya, beli saja majalah ini, bagus kok, cuman modal 25ribu
bisa dapat banyak ilmu dan info yg harganya lebih dari 25ribu.

Ini namanya Anda hanya membeli dengan harga grosir (wholesale) hasil
investigasi org lain yg dgn susah payah mengumpulkan data dan
interview org2 terkaya ini, murah banget kann..

Dagg...
franky

Nintendo Wii VS PlayStation 3

Baru2 ini saya membaca di sebuah majalah bahwa CEO Playstation atau
yg sosoknya dikenal sebagai Bapaknya PlayStation (saya lupa namanya)
mengundurkan diri, karena kalah bersaingan dengan Nintendo Wii.

Membaca artikel tsb saya kagum dengan org tsb dan kagum juga thd
Nintendo. Kagum thd org tsb, karena budaya org Jepang itu memang
luar biasa ya, sampai hari ini, kalau ternyata kalah mau mengaku
kalah, dan mau mengundurkan diri, walaupun mungkin orang2
disekitarnya tidak menyuruh dia mundur. Coba bandingkan dengan di
Indonesia kita ini, sudah jelas2 salah, atau ternyata kedapatan
tidak benar, bukannya mengakui dan mundur, malah tetap aja ga mau
turun :)

Kagum dengan Nintendo, karena spt yg kita ketahui bahwa mungkin
dalam 5-10 th belakangan ini, pasar game dipegang oleh Playstation 1
dan 2. Kemudian memang muncul X-Box, tetapi pemain terbesar ttp
PlayStation.

Nintendo yg dulunya dikenal sebagai pioneer game dengan Mario
Brossnya ternyata kalah telak, apalagi khusus di Indo ini, hampir
dipastikan kebanyakan orang membeli PlayStation, karena salah satu
faktornya, CD Gamenya murah, maklum bajakan beredar bebas disini.

Berada di No.1 rupanya membuat PlayStation ingin meninggalkan para
pesaingnya dengan menciptakan PlayStation 3, yg dijejali dengan
feature2 canggih, seperti prosesornya yg mutakhir, bisa untuk dengar
audio, video, dilengkapi juga dengan DVD BluRay, dan juga graphic
canggih dengan resolusinya yang tinggi. Selain itu stick mainnya pun
makin komplit dengan berbagai tombol dan fungsinya.

X-Box juga tidak mau ketinggalan dengan semakin melengkapi fitur dan
mempercanggih fungsi X-Box.

Melihat 2 pesaingnya yg begitu getol menambah dan semakin membuat
gameboxnya canggih, Nintendo banting setir, mereka memutuskan tidak
mau ikut masuk dalam kancah persaingan tsb, di lain sisi mereka
mulai memikirkan strategi lain.

Strategi yg diterapkan Nintendo yaitu mengembalikan fungsi game
kembali ke semua, yaitu agar org yang memainkannya bisa "have fun",
so Nintendo bukannya semakin melengkapi dan mempercanggih fitur2nya,
malah membuat Nintendo terbarunya, Wii, semakin simple, tetapi
semakin membuat orang yang memainkannya bisa fun. Terbukti dari
stick gamenya yg simple sekali, wireless dan interaktif.

Fitur graphic dan prosesor yg dipakaipun jauh dan kalah canggih
dibanding PS3 dan X-Box, tetapi ternyata Wii berhasil merebut hati
para gamers. Ternyata dengan fitur yg tidak terlalu canggih malah
membuat harganya jauh lebih murah, ditambah lagi dengan
kesederhanaannya serta fungsinya yang interaktif, membuat Wii
berhasil memenangkan persaingan kali ini dan membawa mimpi buruk
bagi PS3. Alhasil Boss PlayStation itu pun mundur.

Sungguh suatu pelajaran yang sangat berharga, tidak selalu konsumen
menginginkan yang serba bisa, serba canggih, serba mutakhir, apalagi
kalau disertai harga yang lebih mahal.

Sesuatu yang lebih simple malah sering mampu menarik hati customer,
apalagi bila fungsi utamanya memang sudah ada dan harganya
terjangkau.

So jangan lupakan KISS dalam berbisnis, KISS = Keep It Sweet &
Simple !

Dagg.. Have a Nice day
franky