Tuesday, June 26, 2007

Count Everything !.... Yes, Everything !!

Pernah dengar kalimat ini ??
" Sesuatu yang tidak dihitung/terhitung, tidak akan mengalami peningkatan. " (Something that not counted will never get improvement) gitu kali ya kira2 inggrisnya :)

Kira-kira 2 tahun yang lalu saya tau kalimat itu dari buku E-Myth Revisited karya Michael Gerber. Sampai saat ini buku tsb dan idenya telah memberikan dampak besar buat usaha saya.

Sebelumnya saya paling malas kalau disuruh berhitung, tetapi setelah menyadari bahwa jika tidak dihitung, bagaimana bisa ditingkatkan?? Karena yang namanya peningkatan harus tahu posisi awal dan akhirnya berapa. Setelah terhitung barulah bisa diambil tindakan2 untuk melakukan peningkatan.

Apa saja yg dihitung?? Wah Anda pasti terkejut dan pasti malas mendengarnya. Yg dihitung ?? SEMUANYA !!
Baik Anda melakukan usaha trading maupun jasa, Anda harus hitung segala sesuatunya.
Anda harus hitung:
- berapa jumlah orang yang lalu lalang di depan toko Anda
- berapa orang yang melirik dagangan Anda
- berapa yang akhirnya berhenti dan membeli barang Anda.
- berapa sering dia beli
- berapa duit yg dihabiskan setiap kali customer itu beli
- barang apa saja yg dibeli
- sekali beli berapa banyak
- jam berapa saja terjadi transaksi
- jam berapa transaksi puncak terjadi
- hari apa yg paling ramai
- hari apa yg paling sepi
- pembeli Anda lebih banyak perempuan atau laku-laki
- untuk siapa dia beli barang itu?
- berapa banyak yang beli untuk diri sendiri?
- berapa banyak yang beli untuk kantor?
- berapa banyak yang beli untuk temannya atau pasangannya?
- berapa banyak telepon yang diterima dalam 1 hari?
- berapa banyak jumlah frekuensi transaksi Anda?
- berapa banyak barang yang harus dikirim?
- berapa banyak barang yang diambil sendiri oleh customer?
- berapa kali pertemuan atau revisi sebelum proyek anda deal/goal?
- berapa kali harus presentasi baru goal?
- customer anda ada berapa banyak?
- ada berapa customer yg big?
- berapa persen omset yg disumbang oleh customer yang big?
- dan lain-lain
- dan lain-lain
Pokoknya semuanya !!

Kedengaran seperti orang gila ya? Ngapain hitung orang yang lalu lalang di depan toko kita, gila kali :) But it works ! Saya sudah mencobanya, dan banyak manfaatnya.
Ibarat perang, Anda harus tahu sedetil2nya, semua informasi begitu penting.
Demikian juga dengan bisnis Anda, informasi sekecil apapun bisa jadi sangat berharga, jangan diremehkan!

Seringkali banyak perusahaan yang melakukan promosi habis sekian juta atau bahkan miliar tetapi tidak efektif, karena mereka tidak atau belum cukup dalam melakukan perhitungan atau pendataan.

Ada lagi perusahaan atau bisnis yang seakan2 bagian sales dan marketingnya benar2 pisah, padahal komunikasi diantara keduanya harus solid.

Apapun bisnis Anda, kalau mau maju cobalah menghitung dari sekarang. Kalau Anda bisnis cuci mobil, Anda harus tahu, 1 hari berapa mobil yg masuk, jam berapa paling rame, bisa berapa unit? Hari apa yg paling rame. Yang paling banyak nyuci mobil jenis apa? sedan atau SUV? Yang pergi nyuci banyakan supir aja, atau yg punya mobil. Kalau yang punya mobil, itu perempuan atau laki. Biasanya sendiri atau berdua atau ramai2 dengan keluarga? Terus biasanya dia cuci 1 minggu sekali, atau sebulan 1x? Wah banyak sekali deh kalau Anda mau sedikit lebih detil pasti banyak sekali informasi yang Anda bisa dapat.

Dan dengan info itu Anda bisa meningkatkan profit sekaligus mencut cost! Misal kalau Anda sudah tau ada hari2 sepi, mungkin Anda bisa mengurangi karyawan. Baru pada saat peak anda hire karyawan lepasan.

Atau pada hari2 sepi Anda kasih discount heboh misal 50% ! Saya yakin ga akan mengurangi omset pada hari ramai.

Jadi Anda serius mau meningkatkan profit Anda?? Mulai siapkan pena, kertas dan juga kalkulator. Bikin sistem perhitungan, terapkan kedisiplinan dan tentunya awasi orang yg menghitung supaya dia juga tidak memberi laporan palsu gara2 malas menghitung :)

Daggg..semoga bermanfaat !
franky

Can't Win ?? Set The New Rules !

Apakah saat ini Anda sedang mengalami kesulitan karena persaingan yang begitu ketat di market??
Mungkin Anda merasa mentok, karena produk Anda tidak banyak beda dengan kompetitor, harga Anda terus bersaing, sampai kadang2 Anda sampai ngeri takut tidak ada profit lagi apalagi kalau pesaing punya modal besar dan berani rugi.

Atau Anda merasa susah mengikuti inovasi2 yang terus dibuat oleh pesaing, bahkan Anda cenderung ketinggalan terus oleh pesaing.

Ya namanya persaingan tentu biasanya ketat, apalagi kalau berada di market yang gemuk atau basah.

Kalau saya liat di lapangan, banyak pengusaha yang daripada pusing dan kesulitan bersaing, mereka akhirnya menghindari persaingan itu dan membuat aturan yang baru. Set the new rules, set the new standard ! Suatu cara yg efektif untuk menghindari persaingan sekaligus untuk memenangkan market !

Saya memang bukan ahli, tapi saya lihat beberapa contoh di lapangan dan cukup sukses. Ketika air mineral booming, banyak pengusaha yang mengikuti jejak AQUA, bikin perusahaan sejenis, produk sejenis, namanya macam2 dari A sampai Z. Begitu banyaknya merk air minum mineral, sampai orang pusing dan hanya ingat yang namanya AQUA, ADES, 2Tang, Prima, VIT. Yang lain memang masih banyak, tapi kalau bukan oleh perusahaan besar, rasanya sulit memenangkan persaingan, walaupun tetap dapat bagian dari market dan cukup lumayan.

Dari kancah persaingan yang begitu ketat, muncul pemain2 baru yang daripada desak2an ikut bersaing kemudian berinovasi dan men-set aturan main yang baru. Lalu muncullah minuman yang mengandung Oksigen, minuman Hexagonal, minuman yang menjual kemasan yg bagus, botol yg bagus, dll. Walaupun saya tidak punya data, tapi saya yakin, mereka tidak lagi head to head dengan AQUA, bahkan mereka bisa menjadi raja di bidangnya sendiri.

Contoh lain, dulu saat Ericsson dan Motorola bersaing dalam soal teknologi handphone, tiba2 Nokia, sebuah perusahaan yang mungkin tidak kita kenal sebelumnya, menyalip dengan menawarkan sebuah Handphone yang lebih manusiawi, ada gamenya, casingnya bisa diganti dan layarnya lebih lebar. Alhasil, dalam waktu singkat Nokia tampil menjadi jawara, sampai terkenal istilah handphone sejuta umat. Benar2 dahsyat strategi Nokia.

Waktu berbagai Airline masih bersaing ketat menawarkan qualitas service, tempat duduk, kualitas lounge cek in, membership, dll. tiba2 AirAsia ga peduli kiri kanan, langsung menawarkan Low Cost Carrier, harga murah abiss dengan memangkas biaya makan di pesawat, online tanpa tiket dan ternyata responnya bagus sekali. Air Asia bahkan berhasil menjual tiket untuk 1 tahun kedepan hari ini. Strateginya simpel saja, menjual kursi2 kosong yang selalu ada dalam setiap kali penerbangan dgn harga miring sehingga dibicarakan orang. Saya yakin kalau Air Asia, menjual kenyamanan atau kualitas atau service, ga bakal menang deh !

Banyak lagi contoh2 yang lain, misal FruTang yang mencoba mengisi kekosongan minuman rasa jeruk dalam kemasan. Daripada saingan dengan air mineral, mendingan jual air jeruk. Tapi sekarang market FruTang lagi digerus sama Ale-Ale, produksi Wings, si Raja Peniru/Pengikut (ternyata meniru juga adalah suatu strategi yang efektif dan ampuh).

AC Sharp yang menjual AC ber-ion yang bisa membunuh flu burung ?? Jadi jual AC bukan lagi jual dingin !

LCD Samsung yang walaupun mungkin bukan the best qaulity LCD, berhasil menang dengan menjual design dan tentu strategi marketingnya yang menggoda emosi customer.

Anda tahu acara TV yg baru : MAMAMIA ?? Ini juga termasuk yg bikin standart baru, daripada bikin acara show model Indonesia Idol (misal KDI, AFI) dimana ud ga mgkn bisa menang lawan Indonesia Idol, mereka bikin MAMAMIA yang melibatkan anak perempuan dan mamanya. Dan nampaknya cukup berhasil. Masyarakat menganggapnya beda dan tidak dicompare dengan Indonesia Idol. Indonesia Idolpun pasti tidak merasa tersaingi, jadi MAMAMIA aman2 aja nampaknya.

So bagaimana dengan usaha Anda? Pusing mikirin kompetitor? Pusing perang harga melulu ? Pusing promosi melulu ? Set the New Rules !! Set the New Standard !! Bukan saja Anda bisa menghindari persaingan dengan pesaing yang jauh lebih besar, tetapi Anda sekaligus bisa jadi Raja di standard baru yang Anda buat.

So, start thinking, what is your new standard/rule ??

Daagg...
MMC

Thursday, June 21, 2007

ACER: Telat tapi Duluan? (by Damon)

Guys, barusan di KOMPAS ada iklan notebook Acer ASPIRE yang jelas-jelas menjual design, bukan inside features atau technical superiority.tagline iklannya bagus: 'Leave Ordinary Behind' Headlinenya juga mempertegas bahwa yg dijual adalah design. Kalau mau tau lebih lanjut, liat aja di kompas hari ini (Kamis).

Anyway, sebetulnya Acer seolah2 yang duluan keluar laptop dgn design menarik. Well, actually no.Pelopor komputer dengan design menarik adalah APPLE. G lupa tahun berapa, tapi dulu CEO Apple yg namanya Steve Jobs pernah sempat meninggalkan Apple dan kemudian beberapa tahun kemudian ketika Apple sudah HAMPIR BANGKRUT, Steve Jobs dipanggil kembali dan u know what helps them? i-Mac.

Im sure u guys sudah pernah dengar produk i-Mac yg terus berkembang sampai hari ini sudah jadi ragam produk sperti i-Pod.Knapa i-Mac bisa selamatkan mereka? Well, walaupun kejadian ini sudah lebih dari 10 tahun yang lalu, tapi Steve Jobs dengan jeli melihat bahwa kompetisi yang sudah terlalu tinggi di market komputer membutuhkan Fresh idea dalam Value Product. DESIGN menjadi featureutama dari i-Mac.

Kemudian operating system yg dikembangkan Apple juga berfokus pada DESIGN dan BOOM!!! meledak di pasaran. Banyak orang berpindah ke Macintosh dari PC CUMA KARENA DESIGN. Contoh: Toko buku dan cafe2 di seluruh dunia lebih prefer pakai macintosh karena selain fungsi, DIPAJANG nya juga bagus. Steve Jobs, verybrilliant!

Saking brilliantnya pemikiran ini, semua produk2 termasuk si pesaing KETAT: Microsoft Bill Gates mau ndak mau nyerah harus ikut-ikutan bikin Operating System yang juga mulai fokus ke DESIGN. Mulai dari XP dan sekarang VISTA yang jelas paling menonjol adalah TAMPILAN alias DESIGN INTERFACE.

Bukan cuma di dunia komputer, fokus pada DESIGN juga terjadi hampirdi semua product yg tadinya ndak peduli dengan tampang. Misal: TV,radio, casing cd, kursi, meja makan, tempat tidur, modem, telepon,dan masih ada jutaan produk lain yg sekarang sdh beralih ke DESIGN.

Bahkan produk CINA! So, more than 10 years later, hadirlah ACER yang seolah-olah 'hebat' mengeluarkan product dgn keunggulan utama di design. Ketinggalan? ndak juga. Duluan? Pasti ndak lah! Tapi yg pasti, Acer berhasil melihat peluang yg sudah telat tapi masih sangat sangat powerful.

Shortly, Acer is not very brilliant, but definitely not stupid. Dimulai dgn design PC nya yg berukuran kecil sekali (yg jelas niru product PC luar negeri) sampai sekarang dia udah merambah notebook dgn design outstanding.

Masih ingat tulisan g tentang Samsung PlasmaTV? well, Acer is going that way. Dan kita liat aja, APA REAKSI BRAND NOTEBOOK LAIN? Responsive? atau sok ndak peduli?

So guys, apa bisnis kalian? kalau sampai hari ini masih menganggap visual look, appearance, design, ndak penting buat bisnis u /product u, ya....tunggu aja waktunya dimana u bakal pikir 'Aduh, telat!'

Cheers'

Damon
RED Comm.

PS. 'First impression last forever'

Tuesday, June 19, 2007

How to Start Make Money ... Easily

Setiap orang pasti punya keinginan untuk punya penghasilan lebih,baik sebagai tambahan atau sebagai penghasilan utama.Solusinya kalau tidak berinvestasi ya mencari bisnis, apalagi bagiyang sudah bekerja, harus pintar2 mencari dan membagi waktu luanguntuk berbisnis.

Namun banyak orang yang kepengen, tetapi hingga sekarang tetap sajatidak mulai2 untuk buka usaha, umumnya kalau saya liat ada 4penyebab:
1. Tidak punya Modal
2. Standardnya ketinggian
3. Takut gagal
4. Bingung bisnis apa

Memang ada alasan lain, misal waktunya kurang, pengetahuan kurang,dll, tapi sepertinya yang dominan saya temukan itu ya 4 tadi. Yang sering didengar biasanya "Tidak punya Modal", jujur saja, kalau modal terus yang dipikiran, maaf2 mungkin tidak akan mulai-mulai,apalagi kalau gajinya cuman 1-2juta/bln.

Kalau solusi buat hal ini, biasanya ada 2, yang pertama pinjam. Tapi hati2, apalagi kalau Anda benar2 baru memulai usaha dan belum pengalaman, biasanya kemungkinan gagal cukup besar. So pinjamlah dalam skala yang masih terjangkau, dalam arti kalau ada apa2, Anda masih punya back up.Pinjam lebih baik ke saudara, teman atau rekan kerja, selain lebih mudah prosesnya, dan fleksibel anda bisa utarakan niat anda, sehingga kemungkinan pun tidak ada bunga.

Teman saya si Harry yang sekarang ada di China dan juga member MMC punya tips praktis, dia bilang soal modal gampanglah. Coba Anda pikir baik2, biasanya orang punya berapa banyak teman?? 50-100 atau lebih? Yang dekat ?? 10-20 orang ?? Ya begini saja, datangi teman2yang kenal dekat dan percaya sama kita, lalu kita bilang pinjam Rp1juta donk. Masak sich sebagai teman dekat, banyak nanya, ga mau kasih pinjam. Tentunya pasti kasih, jadi kalau sudah 10 org Andasudah punya 10juta dikantong, cash, tanpa bunga.

Tapi sekali lagi Anda harus punya reputasi bisa dipercaya! Selain itu tentunya semakin banyak teman, semakin banyak juga cash yang bisa Anda dapatkan.Percayalah, kalau Anda benar2 orang yg punya integritas, Anda bisa dptkan banyak pinjaman, apalagi kalau 1 orang bisa dan mau pinjam 5-10 juta atau bahkan lebih. Anda sudah punya modal kan?!

Cara ke-2 ya patungan, bisa sama2 keluar modal, Atau Anda hanya keluar ide dan yang lain keluar modal. Banyak orang yang modalnya tidur bingung untuk apa, so kalau Anda punya ide, coba datangi orang itu dan share ide Anda, selanjutnya tinggal bikin pembagian shareseperti apa. Sekarang Anda bisa mulai bisnis dengan modal orang lain :)

Yang ke-2 "Standarnya Ketinggian."
Nah yang ini juga sama. Sering ketemu kan orang ga mulai2 bisnis,gara2 dia mikirnya terlalu ruwet dan standardnya too high. Saya kalau mau bisnis harus punya mobil dulu, komputernya harus 5 unit, mesti buka di ruko pinggir jalan, saya harus punya mesin A dulu, tapi harganya mahal. Saya mesti buka di pusat bisnis , kalau di pinggiran sepi. harus punya mobil box dulu baru bisa jalan, dll.

Ya sukur2 kalau kesampean ya ga papa, masalahnya mau nunggu berapa lama kalau nunggu semua ready baru mulai.Coba lower your standard, start small, start dengan apa yang ada pada diri kita. Jangan liat yang tinggi2 mulu, bisa2 ga mulai2. Dalam mulai bisnis yang paling penting adalah Passion and Commitment. Tapi itu percuma kalau ga mulai2 :)

Yg ke-3 " Takut Gagal"
Nah yang ini nich yang selalu menghantui banyak orang, takut gagal. Utk urusan ini memang sudah ke masalah mental. Memang kalau mulai bisnis kemungkinan gagal itu besar, bohonglah kalau ada yg bilang tenang aja pasti berhasil, dll.Anda harus jujur pada diri Anda bhw kemungkinan gagal itu ada dan besar, tetapi jangan kuatir, resiko sebenarnya bisa dikendalikan asal Anda juga punya persiapan dan mau belajar dari orang lain.

Ada sebuah survey yang menyebutkan bahwa semua bisnis baru dalam 5tahun 80%-nya akan tutup. Dan sisanya yang 20% dalam 5 tahun ke-2 , 80%-nya juga akan mengalami tutup, tidak berkembang atau ganti usaha.Artinya kalau hari ini ada 1000 bisnis baru di th 2007, tahun 2012 hanya akan sisa 200 yang bertahan. Lalu di tahun 2017 sisa 40 yang benar survive and growing-nya bagus.Sisanya tutup, ganti usaha ataujalan di tempat.

Fakta ini bukan semakin menakutkan Anda, tetapi justru membuat Anda untuk lebih berani terima kenyataan dulu, biar nanti kalau Anda terjun tidak lagi shok kalau gagal dan membuat Anda mau coba lagi.Karena banyak sekali orang yg baru mulai usaha 1x, lalu tidak jalan dan kapok lalu tidak mau berbisnis lagi.

Tips lain khususnya buat yg masih kerja, jangan nekad2 berhenti kerja karena merasa mendapat kepercayaan yang tinggi utk 100% fulltime berbisnis. Apa salahnya Anda mulai bisnis justru saat Anda masih kerja, tp jangan mencuri waktu kerja Anda , itu tidak baik dan tidak benar.

Mulai bisnis saat Anda masih bekerja adalah salah satu tips yg bener2 bagus, maklum jangan harap duit cepet di bisnis, ada bisnisnya yang mungkin butuh 1 tahun baru bisa mulai profit. Sojangan emosional, mentang2 baru ikut seminar bisnis, langsung mutusin berhenti kerja karena terprovokasi :) ujungnya berhenti kerja, bisnis gagal, jadi nganggur :)

Yang terakhir " Bingung Bisnis Apa?"
Ini juga selalu yang ditanya2 dan dicari2 orang, makanya majalah2 bisnis laku keras.Tips saya cuman satu , rubah pertanyaan Anda , jangan tanya "mau bisnis apa?" tapi tanya "apa sich yang lagi dibutuhkan/diinginkan orang2 disekitar saya?"Itu pertanyaan yg powerful, akan merubah fokus Anda.

Kalau cuman nanya mau bisnis apa, sampai setahun juga mungkin Anda ga mulai2bisnis.Coba mulai pikir, kira2 teman2 Anda butuh apa? Orang2 di sekitar komplek rumah Anda butuh apa? di Perkantoran tempat saya kerja orangkepengen apa? dstnya. Dulu saya mulai cari duit sampingan justru dari pertanyaan itu.

Sewaktu kuliah banyak teman yang susah cari buku import dan mahal. Akhirnya saya tawarkan jasa fotokopi, lumayan walau cuman jadi makelar and mesti cape2 naik bis bawa fotokopian tebal2 tapi duitnya lumayan. Tapi fotokopian itu ilegal, haha, makanya saya tidak sarankan untuk Anda ikuti.

Waktu dulu sekolah banyak teman yang malas turun ke kantin karena istirahat cuman 15 menit and rame sekali lalu mesti turun tangga sampe 4 lantai, akhirnya saya suruh mama saya masak and saya bawa setiap hari 10-15 bungkus nasi goreng, nasi campur, dll. Laku juga :) saya masih ingat dulu cuman 2,500 atau 3,000 :)

Waktu teman2 saya lagi gandrung musik2 pop mandarin, saya jualin kaset2nya, laku juga:)

Ya start small aja, mata jeli liat kebutuhan, and yg penting mau action. Skill2 yg lain bisa dan mudah untuk dipelajari , yang penting Anda mulai dulu. Tapi ingat jangan membabi buta, kalkulasikan berapa resikonya.

Ada satu tips lagi, kalau Anda bisa mewujudkannya boleh dibilang Anda bisa tenang2 aja.Kalau Anda bisa bikin suatu bisnis dimana kalau bisnis itu mencapai 90% gagal, dan Anda tetap bisa untung, Anda boleh tenang.Misal kalau Anda berjualan barang/produk X, katakanlah Anda bawa 100pcs. Kalau yang kejual hanya 10pcs saja dan Anda sudah untung dan bisa cover semua modal(100pcs). SELAMAT ! Anda sudah punya satu keyakinan yang bisa membuat Anda semakin berani untuk menjalankan bisnis itu.

Masak sich ga kejual 10pcs, kalau Anda yakin berarti Go Ahead, Anda sudah tau risk dan potensinya dan kemungkinan besar You WIN !!

So, Bisnis Hanyalah Sebuah Permainan, Anda Hanya Perlu Tahu AturanMainnya, Tahu Bagaimana Cara Untuk Bisa Menang, dan Anda HarusIkutan Main Baru Bisa Menang.

Dagg.. semoga bermanfaat
franky

Saturday, June 16, 2007

Ikan Jenis Apa Anda ??



Saya teringat dengan perkataan Billi Lim kurang lebih 3 tahun yang lalu. Waktu itu ketika sedang membahas mengenai persaingan bisnis dan trend bisnis di masa yang akan datang, Mr. Billi mengatakan dengan memperumpamakan bisnis dengan ikan :
Dahulu ikan-ikan BESAR memakan ikan-ikan KECIL, kemudian seiring dengan perubahan jaman, ikan-ikan yang CEPAT-lah yang memakan ikan-ikan LAMBAN, jadi ukuran ikan tidak lagi menjadi patokan.


Sekarang.... Ikan yang BERBEDA memakan semua ikan !!

Tidak peduli apakah ikannya besar atau kecil, ikannya cepat atau lambat, namun bila ikan itu berbeda dengan yang lain, maka ia akan memakan semua ikan.


Apakah Anda terinspirasi dengan perumpamaan ikan ini?? Saya jelas !

Yang pasti kalau diamati sekarang, 3 tahun dari sejak saya mendengar ucapannya Mr. Billi itu, saya melihat dengan jelas bahwa bisnis2 yang berbeda dengan yang lain berhasil meraih persaingan dan pangsa pasar, tidak peduli apakah bisnis tsb baru atau lama, besar atau kecil, namun bila dia bisa menawarkan sesuatu yang berbeda, dia bisa menang.

Sekarang saya sedang mikir2, kira2 di masa yang akan datang ikan seperti apa yang akan memakan ikan2 yang lain???Any idea??So kalau menurut Anda sendiri, ikan jenis apa Anda?? Yang sama saja dengan ikan2 yang lain?? Hati2, jangan sampai termakan oleh ikan yang berbeda.


Daggg...

Friday, June 15, 2007

10 Ways to Grow Your Business

(Got this from Mr. Damon REDComm, Thanx !)

Looking to take your business to the next level?
Then check out these 10 practical ways to expand your business.

When you first started your business, you probably did a lot of research. You may have sought help from advisors; you may have gotten information from books, magazines and other readily available sources. You invested a lot-in terms of money, time and sweat equity-to get your business off the ground. So...now what?

For those of you who have survived startup and built successful businesses, you may be wondering how to take the next step and grow your business beyond its current status. There are numerous possibilities, 10 of which we'll outline here. Choosing the proper one (or ones) for your business will depend on the type of business you own, your available resources, and how much money, time and sweat equity you're willing to invest all over again. If you're ready to grow, we're ready to help.

1. Open another location. This might not be your best choice for business expansion, but it's listed first here because that's what often comes to mind first for so many entrepreneurs considering expansion. "Physical expansion isn't always the best growth answer without careful research, planning and number-planning," says small-business speaker, writer and consultant Frances McGuckin, who offers the following tips for anyone considering another location:
· Make sure you're maintaining a consistent bottom-line profit and that you've shown steady growth over the past few years.
· Look at the trends, both economic and consumer, for indications on your company's staying power.
· Make sure your administrative systems and management team are extraordinary-you'll need them to get a new location up and running.
· Prepare a complete business plan for a new location.
· Determine where and how you'll obtain financing. (See "Got Cash?" for financing tips.)
· Choose your location based on what's best for your business, not your wallet.

2. Offer your business as a franchise or business opportunity.
Bette Fetter, founder and owner of Young Rembrandts, an Elgin, Illinois-based drawing program for children, waited 10 years to begin franchising her concept in 2001-but for Fetter and her husband, Bill, the timing was perfect. Raising four young children and keeping the business local was enough for the couple until their children grew older and they decided it was time to expand nationally.

"We chose franchising as the vehicle for expansion because we wanted an operating system that would allow ownership on the part of the staff operating Young Rembrandts locations in markets outside our home territory," says Bette. "When people have a vested interest in their work, they enjoy it more, bring more to the table and are more successful overall. Franchising is a perfect system to accomplish those goals."

Streamlining their internal systems and marketing in nearby states helped the couple bring in their first few franchisees. With seven units and some time under their belt, they then signed on with two national franchise broker firms. Now with 30 franchisees nationwide, they're staying true to their vision of steady growth. "Before we began franchising, we were teaching 2,500 children in the Chicago market," says Bette. "Today we teach more than 9,000 children nationwide, and that number will continue to grow dramatically as we grow our franchise system."

Bette advises networking within the franchise community-become a member of the International Franchise Association and find a good franchise attorney as well as a mentor who's been through the franchise process. "You need to be open to growing and expanding your vision," Bette says, "but at the same time, be a strong leader who knows how to keep the key vision in focus at all times."

3. License your product.
This can be an effective, low-cost growth medium, particularly if you have a service product or branded product, notes Larry Bennett, director of the Larry Friedman International Center for Entrepreneurship at Johnson & Wales Universityin Providence, Rhode Island.

"You can receive upfront monies and royalties from the continued sales or use of your software, name brand, etc.-if it's successful," he says. Licensing also minimizes your risk and is low cost in comparison to the price of starting your own company to produce and sell your brand or product.

To find a licensing partner, start by researching companies that provide products or services similar to yours. "[But] before you set up a meeting or contact any company, find a competent attorney who specializes in intellectual property rights," advises Bennett. "This is the best way to minimize the risk of losing control of your service or product."

4. Form an alliance.
Aligning yourself with a similar type of business can be a powerful way to expand quickly. Last spring, Jim Labadie purchased a CD seminar set from a fellow fitness professional, Ryan Lee, on how to make and sell fitness information products. It was a move that proved lucrative for Labadie, who at the time was running an upscale personal training firm he'd founded in 2001. "What I learned on [Lee's] CDs allowed me to develop my products and form alliances within the industry," says Labadie, who now teaches business skills to fitness professionals via a series of products he created and sells on his Web site, HowToGetMoreClients.com.

Seeing that Labadie had created some well-received products of his own, Lee agreed to promote Labadie's product to his long contact list of personal trainers. "That resulted in a decent amount of sales," says Labadie-in fact, he's increased sales 500 percent since he created and started selling the products in 2001. "Plus, there have been other similar alliances I've formed with other trainers and Web sites that sell my products for a commission."

If the thought of shelling out commissions or any of your own money for the sake of an alliance makes you uncomfortable, Labadie advises looking at the big picture: "If you want to keep all the money to yourself, you're really shooting yourself in the foot," says the Tampa, Florida, entrepreneur. "You need to align with other businesses that already have lists of prospective customers. It's the fastest way to success."

5. Diversify.
Small-business consultant McGuckin offers several ideas for diversifying your product or service line:
· Sell complementary products or services
· Teach adult education or other types of classes
· Import or export yours or others' products
· Become a paid speaker or columnist
"Diversifying is an excellent growth strategy, as it allows you to have multiple streams of income that can often fill seasonal voids and, of course, increase sales and profit margins," says McGuckin, who diversified from an accounting, tax and consulting business to speaking, writing and publishing.

Diversifying was always in the works for Darien, Connecticut, entrepreneurs Rebecca Cutler and Jennifer Krane, creators of the "raising a racquet" line of maternity tenniswear, launched in 2002. "We had always planned to expand into other 'thematic' kits, consistent with our philosophies of versatility, style, health and fun," says Cutler. "Once we'd begun to establish a loyal wholesale customer base and achieve some retail brand recognition, we then broadened our product base with two line extensions, 'raising a racquet golf' and 'raising a racquet yoga.'"

Rolling out the new lines last year allowed the partners' current retail outlets to carry more of their inventory. "It also broadened our target audience and increased our presence in the marketplace, giving us the credibility to approach much larger retailers," notes Cutler, who expects to double their 2003 sales this year and further diversify the company's product lines. "As proof, we've recently been selected by Bloomingdale's, A Pea in the Pod and Mimi Maternity."

6. Target other markets.
Your current market is serving you well. Are there others? You bet. "My other markets are what make money for me," says McGuckin. Electronic and foreign rights, entrepreneurship programs, speaking events and software offerings produce multiple revenue streams for McGuckin, from multiple markets.

"If your consumer market ranges from teenagers to college students, think about where these people spend most of their time," says McGuckin. "Could you introduce your business to schools, clubs or colleges? You could offer discounts to special-interest clubs or donate part of [your profits] to schools and associations."

Baby boomers, elderly folks, teens, tweens...let your imagination take you where you need to be. Then take your product to the markets that need it.

7. Win a government contract.
"The best way for a small business to grow is to have the federal government as a customer," wrote Rep. Nydia M. Velazquez, ranking Democratic member of the House Small Business Committee, in August 2003. (Click hereto read that article.) "The U.S. government is the largest buyer of goods and services in the world, with total procurement dollars reaching approximately $235 billion in 2002 alone."

Working with your local SBAand SBDCoffices as well as the Service Corps of Retired Executivesand your local, regional or state Economic Development Agency will help you determine the types of contracts available to you. The U.S. Chamber of Commerce and the SBA also have a Business Matchmaking Programdesigned to match entrepreneurs with buyers. "A fair amount of patience is required in working to secure most government contracts," says Johnson & Wales University's Bennett. "Requests for proposals usually require a significant amount of groundwork and research. If you're not prepared to take the time to fully comply with RFP terms and conditions, you'll only be wasting your time."

This might sound like a lot of work, but it could be worth it: "The good part about winning government contracts," says Bennett, "is that once you've jumped through the hoops and win a bid, you're generally not subject to the level of external competition of the outside marketplaces."

8. Merge with or acquire another business.
In 1996, when Mark Fasciano founded FatWire, a Mineola, New York, content management software company, he certainly couldn't have predicted what would happen a few years later. Just as FatWire was gaining market momentum, the tech downturn hit hard. "We were unable to generate the growth needed to maximize the strategic partnerships we'd established with key industry players," Fasciano says. "During this tech 'winter,' we concentrated on survival and servicing our clients, while searching for an opportunity to jump-start the company's growth. That growth opportunity came last year at the expense of one of our competitors."

Scooping up the bankrupt company, divine Inc., from the auction block was the easy part; then came the integration of the two companies. "The process was intense and exhausting," says Fasciano, who notes four keys to their success:
· Customer retention. "I personally spoke with 150 customers within the first few weeks of consummating the deal, and I met with 45 clients around the globe in the first six months," notes Fasciano. They've retained 95 percent of the divine Inc. customer base.
· Staff retention. Fasciano rehired the best and brightest of divine's staff.
· Melding technologies. "One of the reasons I was so confident about this acquisition was the two product architectures were very similar," says Fasciano. This allowed for a smooth integration of the two technologies.
· Focus. "Maybe the biggest reason this acquisition has worked so well is the focus that FatWire has brought to a neglected product," says Fasciano.
FatWire's acquisition of divine in 2003 grew its customer base from 50 to 400, and the company grew 150 percent, from $6 million to $15 million. Fasciano expects no less than $25 million in sales this year.

9. Expand globally.
Not only did FatWire grow in terms of customers and sales, it also experienced global growth simply as a result of integrating the best of the divine and FatWire technologies. "FatWire finally has international reach-we've established new offices in the United Kingdom, France, Italy, Spain, Holland, Germany, China, Japan and Singapore," says Fasciano. This increased market share is what will allow FatWire to realize sustained growth.

But you don't need to acquire another business to expand globally. You just need to prime your offering for an international market the way FatWire was primed following the integration of its technologies with divine's.

You'll also need a foreign distributor who'll carry an inventory of your product and resell it in their domestic markets. You can locate foreign distributors by scouring your city or state for a foreign company with a U.S. representative. Trade groups, foreign chambers of commerce in the United States, and branches of American chambers of commerce in foreign countries are also good places to find distributors you can work with.

10. Expand to the Internet.
"Bill Gates said that by the end of 2002, there will be only two kinds of businesses: those with an Internet presence, and those with no business at all," notes Sally Falkowa Pasadena, California, Web content strategist. "Perhaps this is overstating the case, but an effective Web site is becoming an integral part of business today."

Landing your Web site in search engine results is key-more than 80 percent of traffic comes via search engines, according to Falkow. "As there are now more than 4 billion Web pages and traffic on the Internet doubles every 100 days, making your Web site visible is vital," she says. "You need every weapon you can get."

Design and programming are also important, but it's your content that will draw a visitor into your site and get them to stay. Says Falkow, "Putting together a content strategy based on user behavior, measuring and tracking visitor click streams, and writing the content based on researched keywords will get you excellent search results and meet the needs of your visitors."

Braindstorming Soal Peluang Bisnis Semalam


Semalam saya ke restoran Yiethou Muara Karang, di restoran ini setiap hari kamis, memang berkumpul beberapa teman yang memang juga rata-rata pebisnis juga. Sebagian memang ada juga yang bekerja dan bukan pengusaha, tetapi kalau sudah membicarakan bisnis dan uang, semuanya pasti tertarik :)

Yang jadi koordinator adalah teman saya , namanya si Soemardi, masih muda umurnya, dia termasuk pengusaha yang ulet dan berhasil dibidang stationery.

Kemarin kita berbicara mengenai peluang bisnis, topik ini muncul karena ada 2 orang yang saat ini lagi kebingungan mau usaha atau cari peluang apa.

Dari bincang2 kemarin, saya dapatkan banyak sekali manfaat, dari obrolan rame2, ternyata banyak sekali muncul ide2 atau peluang bisnis yang kadang mungkin tidak kita pikirkan atau tidak kita ketahui sebelumnya.

Ada yang memberi ide menjual "sampah", mulai dari kardus bekas, botol aqua bekas, besi tua sampai menjual getah, timah, dll. Menarik untuk disimak, walau mungkin kadang kita mikirin kayaknya ga ngerti jualan barang2 tsb, tapi minimal dari brainstorming kemarin, mata saya terbuka bahwa memang banyak sekali peluang2 yang ada. Yang penting memang asal Anda mau mencoba dan terus mencoba.

Ide lain, menjual kue2 di berbagai kios di Jakarta. Menjual kue ?? ehmm.. mungkin Anda malu atau malas, kesannya kok jadi asongan. Tapi kalau Anda tahu berapa bisa Anda dapatkan dari jualan kue tersebut, Anda mungkin akan memikir ulang. Mohon maaf saja, kalau Anda mau terbuka, ternyata dari jualan kue tsb, untungnya bisa lebih besar dari gaji Anda sekarang.

Coba liat berapa ribu kios di jakarta ini, dan ternyata Anda tidak perlu cape2 bikin kue, karena Anda bisa beli , misalnya di Pasar Senen, yang menjual dengan harga hanya kurang lebih Rp 500/buah. Kalau Anda bisa jual katakan 1,500 atau 2,000/buah, hmm.. Anda bisa mulai hitung berapa potensi untungnya kan.

Ide lain, misalnya sewa PlayStation, usaha ini memang sudah menjamur, tetapi peluangnya tetap ada, dan ternyata sudah pernah ada yang menjalankannya dan memang untung. Salah satu rekan saya, Pak Daniel langsung saja menyambar ide itu, katanya hari ini dia mau pergi beli TV and PSnya, wah Pak Daniel mesti bagi share profit nich, minimal gohun (5%) dari omset tiap bulan , haha...

Masih banyak lagi ide2 yang dibahas semalam, saya sendiri juga ikut makin terbuka. Kadang2 saya pikir, banyak orang yang bingung mesti ngapain, mesti usaha apa, dll. Tapi saya rasa sebenarnya mau usaha apapun, yang penting bukan apa jenis usahanya, apa produknya, dll. Yang penting adalah Anda MAU MEMULAI !

Tanpa memulai dan hanya duduk saja, sampai tahun depan pun tidak akan ada hasil, sebab Anda tidak take action. So daripada mikirin, apakah bisnis ini cocok sama saya, apakah produk ini bisa laku atau tidak, mungkin lebih baik Anda berpikir mengenai BAGAIMANA Anda memulai dan langsung ambil keputusan MEMULAI.

Memang selalu ada kekuatiran bisnis tidak jalan, tidak laku ,dll. Tapi semua itu sebenarnya bisa Anda kontrol dengan memulai dari kecil, start small dulu. Anda jangan gengsi kalau Anda harus mulai dari pinggir jalan, atau dari kios yg kecil. Atau bahkan dari dengan menjajakan keliling.

Sudah banyak bukti, bisnis yang sukses besar, tadinya hanya dijual secara asongan atau mulai dari kamar / garasi rumah sendiri.

So , ready to START NOW ??
GO..GO..GO !!

nb: oh ya, bagi members MMC yang kepengen datang dan ikutan ngobrol, silahkan saja langsung datang ke restoran Yiethou Muara Karang, setiap hari Kamis pk 18.30. Atau bisa juga Anda datang hari Senin malam di resto Seafood Bahagia Muara Karang juga.

Daggg...

Wednesday, June 13, 2007

I’d rather have 1% of 100 people’s income than 100% of my own.

1% x 100 = 100% x 1 . Nah begitu kira2 maksud kalimat diatas. Statement itu saya dapatkan sewaktu membaca buku Instant Cashflow by Brad Sugars.

Terus terang sewaktu membaca kalimat itu, mata saya terbuka, dan saya terus memikirkan kalimat tsb. Kalau dipikir2 benar juga, tinggal pilih mau yang mana , dapat 1% dari income 100orang atau 100% income sendiri.

Masalahnya bukan soal benar atau salah, tapi di saat kebanyakan pikiran dan konsep orang kebanyakan termasuk saya tadinya, justru masih ngotot maunya fokus dan cari keuntungan dari bisnis atau keringat sendiri, konsep ini justru menawarkan sesuatu yang lain.

Sesuatu yang kalau menurut saya lebih smart memang, daripada fokus cari untung kepada satu kerjaan/usaha dengan 100% keringat, waktu dan tenaga sendiri. Konsep ini menawarkan sesuatu yang lain, kita bisa cari total income yang sama dari beberapa kerjaan/usaha lain atau dari orang lain, walaupun hanya dapat jauh lebih kecil dari yang 100% tadi, tetapi waktu dan tenaga kita jauh lebih efektif. Bahkan Brad menyebutnya, kalau bisa menjalankan hal itu artinya Anda bisa passive income, karena yang mengoperasikan orang lain dan Anda mengutip keuntungan dari usaha mereka.

Tapi untuk mempraktekan hal ini gimana caranya??
Beberapa waktu yg lalu saya nonton Bob Sadino di TV, beliau bercerita bagaimana usaha ekspor hasil bumi ke Jepangnya bisa berjalan baik , padahal dia tidak punya lahan. Anehkan?
Rupanya Bob menjangkau para petani yg punya lahan, lalu mereka disuruh tanam jenis tanaman yang Bob mau, kemudian dijual ke Bob dan petani itu mendapat bayaran lebih baik daripada menanam jenis tanaman yang lain.

Lalu ketika ditanya apakah Bob menggunakan kontrak dsbnya kpd para petani tsb, dijawab ternyata tidak. Bob cuman bilang, pokoknya selama mereka(para petani) itu mendapatkan keuntungan dari menanam tanaman yang saya mau itu, mereka ga bakal lari deh.

Bob baru saja melakukan leverage, dia tidak punya lahan, cukup membayar sedikit lebih mahal kepada para petani tsb, dan dia bisa meraih keuntungan jauh lebih besar dari hasil ekspornya ke jepang. Smart ya. Kalo Bob mah bukan dapat 1% lagi :)

Contoh lain, tadi siang Citibank telpon saya, dia menawarkan mau tidak tagihan saya bulan ini di-eazypay kan jadi 3kali bayar dengan bunga 2,5%.
Selama ini saya selalu bayar full, so saya tidak tertarik. Mungkin buat yang suka bayar nyicil, penawaran ini menarik karena bunganya relatif lebih kecil dibanding biasanya sebesar 3.25-3.5%

Tetapi saya lantas berpikir, ngapain juga tuh Citibank repot2 begitu. Terlepas dari strategy bank yang saya ga gitu ngerti, saya coba mengira2 rupanya dia juga kepengen kali dapat untung bunga 2.5% itu. Memang sich kalau dari belanjaan / tagihan saya tidak begitu besar, 2.5% mah kecil, tapi coba bayangkan bila dia berhasil menggaet ribuan customernya utk meng-eazypaykan tagihan mereka semua. Wow handsome money.

Tidak banyak kerja, tiap bulan dapat bunga 2.5% dari ribuan nasabah, wah itu bukan lagi 1% x 100, tapi 2.5% x ribuan orang :)

So bagaimana dengan usaha Anda? Apakah Anda terlalu terikat dengan bisnis Anda? Apakah bisnis Anda bekerja untuk Anda atau Anda bekerja untuk bisnis Anda??

Brad Sugars sich bilang "You worked hard because your business doesn’t! " Ehmm... kurang ajar juga ya sindirannya, tapi kalau mau jujur ama diri sendiri , kadang memang kenyataannya begitu kan.

The key to success is laziness, seakan kontroversial, tetapi sepertinya memang begitu, kalau Anda kepengen kehidupan Anda lebih santai, mau tidak mau Anda harus kerja keras mikirin gimana caranya.

Tentu Anda kepingin punya lebih banyak quality time bersama keluarga dan sahabat. Bukan seharian di kantor ngurusin kerjaan/usaha sampe anak istri terlantar.

So try your best to work ON your business, not IN it !

Daggg...

Tuesday, June 12, 2007

8 Profil & Jalur Kekayaan (Wealth Profiles)

Saya belajar tentang "CashFlow" dari Robert Kiyosaki. Saya banyak belajar mengenai "How to" dari Billi Lim & AnthonyRobbins. Saya belajar mengenai "Sistem" dari E-Myth , buku wajibnya smallbusiness yg ditulis oleh Michael Gerber.Saya juga banyak belajar tentang "Praktek Bisnis" dari Brad Sugars.

Belajar dan belajar, cuman belajar mulu, prakteknya kapan? begitulah kadang2 sindiran orang atau bahkan teman dekat kita. Entah maksud mereka justru untuk memberi semangat atau malah menjatuhkan :)Tapi saya sendiri pernah mengalami, sudah banyak belajar, tetapi tetap saja untuk memulainya sulit sekali, masih banyak kebingungan,rasa takut, takut gagal, takut salah dsbnya.

Nah sampai akhirnya saya bertemu dengan Roger Hamilton, disitu kemudian saya menemukan "KEJELASAN" mengenai bisnis saya.Kadang2 kalau belum menemukan "KEJELASAN" rasanya tidak heran kalau timbul kekuatiran dan ketakutan kalau kita akan banyak mengalami trial&error saat berbisnis, tabrak sana, tubruk sini, dsbnya.

Roger Hamilton di Indo mungkin tidak atau belum sepopuler Robert Kiyosaki, tetapi pembahasannya mengenai profil/jalur kekayaan,sangat membuka mata saya.Secara singkat saja, saya mengutip apa yang saya pelajari dari Roger Hamilton. Beliau mengatakan bahwa jalur kekayaan setiap orang berbeda2 dan setiap orang perlu tahu jalur kekayaan mana yang tepat atau sesuai dengan diri masing2, dan setelah itu barulah mencontoh atau meneladani orang2 yang sudah lebih dulu sukses di jalur itu untuk mempercepat kesuksesan kita.

Selain itu pentingnya mengetahui jalur/profil kekayaan adalah agar kita tidak terjebak pada jalur/profil yang salah, atau salah masuk pada jalur/profil kekayaan yang tidak sesuai dengan kita. Hasilnya ? Bisa fatal sekali, dapat menyebabkan kebrangkutan atau kerugian besar.

Secara ringkas, 8 Profil Kekayaan yg dimaksud adalah :
1. The Creator
Kaya dari menciptakan produk, misal : Walt Disney,Bill Gates

2. The Star
Kaya dari menjual diri , misal : Tom Cruise, Michael Jordan, Oprah

3. The Supporter
Kaya dari leadership , misal : Jack Welch(GE), Steve Balmer(Microsoft)

4. The Deal Maker
Kaya dari deal , misal : Donald Trump, Li Ka Shing

5. The TraderKaya dari trading , misal : George Soros

6. The Accumulator
Kaya dari pengakumulasian usaha / saham, misal : Warren Buffet

7. The Lord
Kaya dari Cashflow, misal : Raja minyak John Rockefeller & Paul Getty

8. The Mechanic
Kaya dari Sistem, misal : Sam Walton (Walmart), Ray Kroc (Mc Donald)

Nah kini tentunya Anda pun bisa melihat lebih jelas, bahwa jalan menuju kekayaan dapat ditempuh melalui 8 jalur ini, pertanyaan tinggal jalur/profil mana yang sesuai dengan diri Anda??

Mengapa profil kekayaan ini penting? Ada 2 alasan, yaitu agar Anda dapat dengan mudah memfokuskan dan mempelajari cara pencapaian sukses dari orang yang sudah lebih dulu sukses di jalur/profil yang sama dengan Anda. Misal bila Anda adalah The Star, Anda tinggal mempelajari orang2 sukses yang juga adalah The Star, apa yang mereka kerjakan,bagaimana cara mereka mengembangkan diri mereka, bagaimana mereka menerapkan leverage , dll.

Alasan ke dua, karena dengan mengenali profil Anda, Anda jadi lebih tahu apa kekuatan dan kelemahan Anda, sehingga Anda membutuhkan rekan lain dari profil yang berbeda untuk mengisi kelemahan Anda dan menjadi kuat.

Misalnya Anda adalah The Creator, Anda selalu punyaide2 yang cemerlang dan dapat menciptakan sesuatu produk/hal yangbaru, namun Anda mengalami kesulitan untuk merubahnya menjadi uang. Nah disini Anda mungkin memerlukan bantuan dari Supporter atau Mechanic untuk memasarkan jasa/produk Anda.

Terus terang saya sendiri juga belum pernah menjalankan test dari Roger Hamilton untuk mengetahui mana profil yang sesuai dengan saya,saya akan senang sekali kalau misalnya ada tim dari Roger Hamilton Indonesia yang mengetahui akan hal ini, and siapa tahu mereka mau memfasilitasi kita semua untuk ikut test apalagi dengan Free, haha...saya yakin pasti disini semua juga pengen ikutan ya.

Tetapi seiring dengan waktu, melalui analisa2 pribadi, perenungan,pengalaman, rasa2nya saya tau apa profil saya, dan saat ini saya sedang mengikuti apa yg dilakukan oleh orang2 yang punya profil sama dan sudah lebih dulu sukses.

Mudah2an saya pun bisa mempercepat kesuksesan saya, dan tentunya saya pun berharap demikian halnya dengan Anda.

MMC = Money..Money..Come ! :)

www.frankytanz.blogspot.com