Friday, August 17, 2007
The Richest 150 continues
Ada 1 kesamaan yang saya temukan dari bisnis mereka semua. Masih
ingat tulisan saya mengenai Wealth Formula dan Leverage? Anda bisa
klik disini :
http://asia.groups.yahoo.com/group/moneymakerclub/message/4
http://asia.groups.yahoo.com/group/moneymakerclub/message/6
Wealth = Value x Leverage
Para Taipan ini sangatlah luarbiasa dalam menciptakan Value
produk/jasa mereka dan menciptakan Leverage yang luar biasa juga.
Kalaupun valuenya tidak terlalu besar, tetapi Leveragenya luar biasa.
Mereka bukan hanya sekedar me-magnify, but juga melakukan
multiplikasi yang luar biasa.
Bukan saja sebagian dari mereka bisa membuat produk/jasa yang hanya
bisa diprovide oleh mereka, tetapi mereka juga punya pasar yang luar
biasa.
Amati jenis bisnis mereka, mulai dari rokok, hasil bumi, property,
textile, consumers food& goods, automotive, oil&energy, bahkan
media. Produk dan bisnis mereka merupakan produk dan bisnis yang
diterima dan atau dipakai/dikonsumsi oleh orang banyak. Ehm..
bayangkan how big they can leverage.
Sebagian malah telah melebarkan sayapnya ke dubai, USA, europe, dll.
Simak Wings Grup, start dengan sabun/deterjen melalui sebuah home
industry tahun 1948. Th 1970 mereka launch sabun Ekonomi dan terus
ekspan ke berbagai produk toiletries, odol, sampo, dll. Mereka
memanfaatkan jalur distribusi yang telah mereka bangun bertahun2 dan
terus menciptakan produk2 baru yang kemudian tinggal dilempar ke
pasar dengan jalur distribusi yang kurang lebih sama.
Bayangkan pada 2003, setelah Indomie sendirian 'memonopoli' mie
instan, dalam sekejap market sharenya direbut oleh Mie Sedap produk
Wings yang menguasai 26%. Luar biasa, setelah berbagai produsen coba
untuk terjun ke mie instan dan selalu kalah di hajar Indofood.
Wings tahu bagaimana menciptakan value dan me-leveragekannya.
Apalagi mereka selama ini dikenal sebagai follower dan penjiplak
yang hebat. Mungkin kalau di sekolah ini dikategorikan nyontek, dan
salah. But in business merupakan salah satu cara dan metoda yang
powerful dan terbukti Wings membuktikannya, bukan hanya sekedar
menjiplak , but berhasil menciptakan value2 baru yang tidak dimiliki
competitornya atau yg dijiplaknya.
Hary Tanoesoedibjo, Surya Paloh, Jakob Oetama, Dahlan Iskan,ke-4nya
sukses lewat bisnis media. Sebuah bisnis yang punya market
luarbiasa. Siapa sangka media yang awalnya mungkin hanya sekedar
koran/majalah, bisa membuat yang empunya masuk daftar 150 terkaya.
Kalo jadi kaya, wajar, tapi masuk list 150 ?? Hebat!
Tidak heran Hary Tanoe ekspansif sekali membeli berbagai media
televisi. Dia tentu tahu media merupakan salah satu instrumen
leverage yang luar biasa. Jaman gini, siapa yang tidak nonton tv??
Djarum, Sampoerna, Gudang Garam, sudah jelas dengan market jutaan
orang di Indonesia saja, tanpa perlu menghitung luar negeri, anggap
sekian persen penduduk indonesia merokok, dan anggap saja 1 hari
sebatang saja, berapa banyak yang bisa mereka raup dalam setahun??
Apalagi banyak org yg tidak cukup kalau 1 batang sehari.
Belum lagi mereka serius menggarap market perempuan dengan rokok
putihnya/mild. Strategi leverage yg pintar.
Sosro?? Wah ini sebuah legend :) Teh dalam botol? siapa sangka?? but
masuk dalam 150 richest. Siapa tidak tahu tehbotol? siapa tidak
pernah minum tehbotol. Tehbotol sukses menguasai minuman
menyingkirkan cocacola atau pepsi, Coba liat, kalau bukan di
fastfood modern,pasti tehbotol rajanya. Cocacola dan pepsi menang di
jaringan fastfood KFC, McD, dll. But kalau foodcourt hampir bisa
dipastikan sosro rajanya. Coba tengok berapa banyak krat yg habis
dalam 1 hari?? Hebatnya teh botol cuman 225ml, tidak sampe segelas,
tapi laku keras.
Terakhir Sosro keluarkan Tebs utk menghajar softdrink dan masuk
kelas cafe (karena kalau di cafe Sosro kayaknya kalah pamor dengan
Coca cola and pepsi), tidak tahu sudah seberapa suksesnya.
Trihatma, biz property, sudah jelas, property diminati baik investor
maupun pengguna. Dgn concept "back to city", Podomoro Grup memboyong
kembali warga jakarta yang tadinya sudah mau membeli rumah2 di
pinggir Jakarta (serpong, Tangerang, dll) dan membeli apartement
ditengah kota.
Tommy Winata (TW), nah ini satu2nya yang paling menonjol dalam
tulisan bahwa dia berhasil karena leveragenya dengan cara the power
of network. So buat TW , bukan sekedar "APA yang Anda tahu" yang
bikin Anda sukses, tapi "SIAPA yang Anda tahu/kenal" itu yang bisa
mengangkat Anda sukses. Terbukti kalau networking bisa membuat orang
sukses.
ABC, Ramayana, Garuda Food, Mayora, KFC juga merupakan perusahaan2
yang sukses leverage dengan melayani banyak orang.
Tidak heran kalau banyak orang suka cari "proyek" yang melayani
customer base /orang banyak . Bisnis2 di bidang jalan tol, parkir,
transportasi, properti, selalu mengundang minat bisnis orang. Karena
nilai transaksinya sangat besar, dan yang terpenting bukan hanya
sekedar capital gain (1kali), tapi residual income (cashflow)
mengalir everyday.
Bisa tebak berapa banyak mobil keluar masuk tol dalam kota dalam 1
hari?? Pergi kerja, dan pulang kerja (minimal sudah 2 kali).
So itu sekilas saja ttg bisnis2 the richest 150 itu, masih banyak
lagi yg bisa digali. But coba look at our self now. Look and
evaluate our business. Sebesar apapun value yang kita create dalam
bisnis/jasa/produk kita, tapi kalau kita tidak meleveragekannya,
hasilnya ternyata tidak terlalu bagus.
Itulah sebabnya kalau ditanya apakah Burger McDonald adalah yang
terbaik, tidak banyak yang mengakui, atau malah tidak ada. Tapi
apakah Burger McDonald adalah best seller burger in the world, semua
mengakuinya. So best product/service not always make you to be the
best/no.1. But how u leverage it, that's the question!
Remember kata Brad Sugars, better 1% from 100 people's income than
100% income only from yourself.
Anda mungkin tahu dan kenal siapa yang bisa menggunting rambut Anda
dengan baik, tetapi tidak banyak yang kemudian bisa menjadi Johny
Andrean or Peter Saerang.
Kalau tidak bisa magnify seperti Carrefour (tapi Carrefour juga
Multiply), lebih baik pakai strategy Multiply seperti AlfaMart dan
Indomaret, yg terbukti sukses dan telah buka ratusan gerai (atau
mungkin ribuan).
Supermarket seperti Hero, yang sizenya ditengah2 pasti kelimpungan
menghadapi Carrefour dan Alfamart itu. Mau murah kalah murah, mau
buka banyak juga susah. Untung Hero buru2 gaet Giant, kalau tidak ga
tau deh. Tapi di kota2 selain Jakarta Hero tentu masih jaya.
Tapi bisnis apapun yang Anda geluti sekarang ini, yakinlah bahwa
bisnis itu dikelola dengan baik dan sungguh2, pasti bisa juga
menjadi besar. Siapa sich yang sangka teh botol bisa sebegitu
sukses, or jual kacang kayak GarudaFood, bisa sesukses ini.
So , jangan lupa FOKUS ! Dengan market Indonesia sebesar 200juta
plus market dunia, jual jasa/produk apapun asal Anda bisa memenuhi
selera / kebutuhan pasar dan tentunya tahu bagaimana menjualnya,
hampir bisa dipastikan usaha Anda pasti akan berhasil.
So ask now, how you leverage your business ??
dagg...
franky
The Richest 150 in Indonesia
Sudah punya dan baca majalah Globe Asia edisi 7 aug 07 ?
Berita utamanya mengenai Richest 150 in Indonesia.
Saya pribadi highly recommended buat Anda membeli majalah tsb,
karena di dalamnya juga ada ulasan2 singkat dan profile mengenai
masing2 pribadi yg masuk dalam daftar tsb.
Byk sekali yg bisa dipelajari dari sana, seperti bagaimana
perjalanan bisnis mereka dari awal, bisnis apa yg mereka geluti, apa
yg membuat mereka bisa berhasil, mengapa mereka terjun ke bisnis
itu, bagaimana mereka melakukan manuver2 bisnis, bagaimana mereka yg
minus secara keuangan saat krisis 1998, bisa berbalik dalam waktu
kurang dari 10 th ini dan masuk list tsb, dsbnya.
Saya tidak tahu pasti berapa jumlah total kekayaan yang dipegang
dari 200juta penduduk Indonesia, but dari 150 orang ini saja
terkumpul total US$ 46,6 Billion ~ Rp 466 triliun (koreksi kalau
saya salah)
150 org dari 200juta orang ~ 0,000075 % memegang ...% dari total
kekayaan Indonesia ??
Kesimpulan lain dari list tsb :
1. Rata2 kekayaan tiap orang US$ 311 million
2. Rata2 umur : 43 th
3. Range umur : 36-92 th
4. Perbedaan kekayaan antara no.1 dan no. 150 sebesar 84 kali lipat.
5. Jenis2 usaha yg digeluti oleh Top 10 adalah : Rokok (3org),
Properti (4org), Telekomunikasi (2org), Sumber Daya Alam&Energy
(5org) , dan Consumer Goods (1org)
dan masih banyak lagi kesimpulan/analisa yg bisa didapat, nanti saya
lanjutkan pada tulisan berikutnya...
Saran saya, beli saja majalah ini, bagus kok, cuman modal 25ribu
bisa dapat banyak ilmu dan info yg harganya lebih dari 25ribu.
Ini namanya Anda hanya membeli dengan harga grosir (wholesale) hasil
investigasi org lain yg dgn susah payah mengumpulkan data dan
interview org2 terkaya ini, murah banget kann..
Dagg...
franky
Nintendo Wii VS PlayStation 3
yg sosoknya dikenal sebagai Bapaknya PlayStation (saya lupa namanya)
mengundurkan diri, karena kalah bersaingan dengan Nintendo Wii.
Membaca artikel tsb saya kagum dengan org tsb dan kagum juga thd
Nintendo. Kagum thd org tsb, karena budaya org Jepang itu memang
luar biasa ya, sampai hari ini, kalau ternyata kalah mau mengaku
kalah, dan mau mengundurkan diri, walaupun mungkin orang2
disekitarnya tidak menyuruh dia mundur. Coba bandingkan dengan di
Indonesia kita ini, sudah jelas2 salah, atau ternyata kedapatan
tidak benar, bukannya mengakui dan mundur, malah tetap aja ga mau
turun :)
Kagum dengan Nintendo, karena spt yg kita ketahui bahwa mungkin
dalam 5-10 th belakangan ini, pasar game dipegang oleh Playstation 1
dan 2. Kemudian memang muncul X-Box, tetapi pemain terbesar ttp
PlayStation.
Nintendo yg dulunya dikenal sebagai pioneer game dengan Mario
Brossnya ternyata kalah telak, apalagi khusus di Indo ini, hampir
dipastikan kebanyakan orang membeli PlayStation, karena salah satu
faktornya, CD Gamenya murah, maklum bajakan beredar bebas disini.
Berada di No.1 rupanya membuat PlayStation ingin meninggalkan para
pesaingnya dengan menciptakan PlayStation 3, yg dijejali dengan
feature2 canggih, seperti prosesornya yg mutakhir, bisa untuk dengar
audio, video, dilengkapi juga dengan DVD BluRay, dan juga graphic
canggih dengan resolusinya yang tinggi. Selain itu stick mainnya pun
makin komplit dengan berbagai tombol dan fungsinya.
X-Box juga tidak mau ketinggalan dengan semakin melengkapi fitur dan
mempercanggih fungsi X-Box.
Melihat 2 pesaingnya yg begitu getol menambah dan semakin membuat
gameboxnya canggih, Nintendo banting setir, mereka memutuskan tidak
mau ikut masuk dalam kancah persaingan tsb, di lain sisi mereka
mulai memikirkan strategi lain.
Strategi yg diterapkan Nintendo yaitu mengembalikan fungsi game
kembali ke semua, yaitu agar org yang memainkannya bisa "have fun",
so Nintendo bukannya semakin melengkapi dan mempercanggih fitur2nya,
malah membuat Nintendo terbarunya, Wii, semakin simple, tetapi
semakin membuat orang yang memainkannya bisa fun. Terbukti dari
stick gamenya yg simple sekali, wireless dan interaktif.
Fitur graphic dan prosesor yg dipakaipun jauh dan kalah canggih
dibanding PS3 dan X-Box, tetapi ternyata Wii berhasil merebut hati
para gamers. Ternyata dengan fitur yg tidak terlalu canggih malah
membuat harganya jauh lebih murah, ditambah lagi dengan
kesederhanaannya serta fungsinya yang interaktif, membuat Wii
berhasil memenangkan persaingan kali ini dan membawa mimpi buruk
bagi PS3. Alhasil Boss PlayStation itu pun mundur.
Sungguh suatu pelajaran yang sangat berharga, tidak selalu konsumen
menginginkan yang serba bisa, serba canggih, serba mutakhir, apalagi
kalau disertai harga yang lebih mahal.
Sesuatu yang lebih simple malah sering mampu menarik hati customer,
apalagi bila fungsi utamanya memang sudah ada dan harganya
terjangkau.
So jangan lupakan KISS dalam berbisnis, KISS = Keep It Sweet &
Simple !
Dagg.. Have a Nice day
franky
Thursday, July 12, 2007
Very Smart Money Making by XL
Program HARGAKU ini benar2 smart sekali. Sejak sms semakin tren penggunaannya, maka banyak sekali ide2 dan program2 yang memanfaatkan sms sebagai media interaktif sekaligus untuk make money.
Dibanding jaman dulu yang harus menggunakan kartu pos untuk ikut berpartisipasi dalam sebuah program/kuis, kini masyarakat menggunakan sms, selain lebih praktis, tentunya juga lebih pasti sampainya dan cepat.
Hal inilah yang sekarang sedang dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan dan khususnya operator selular.
XL baru-baru ini meluncurkan sebuah program yg diberi nama HARGAKU, dimana mereka menawarkan berbagai produk seperti notebook, handphone, motor, PS, dll kepada pelanggan XL.
Caranya sederhana, pelanggan diminta untuk menawar dgn sms, tapi pemenangnya adalah mereka yang berhasil menawar dengan angka terendah dan harus unik, artinya hanya 1 orang saja yang menawar di angka tsb. Dan apabila Anda menang, Anda cukup membayar angka yang Anda bid tadi untuk membawa pulang produknya. Dan program ini berlaku harian, artinya akan langsung ditutup perhari sehingga pelanggan yg ikutan juga tidak terlalu lama menunggu untuk dapat hasil siapa pemenangnya.
Menariknya lagi, dari pihak XL mereka akan memberikan update dengan memberikan informasi kepada para pelanggan yang memang sedang ikut dalam 'permainan' ini. Misal : "angka terendah saat ini yang belum ditawar adalah dari 300-399."
Wah tentu saja pelanggan yg menerima info ini jadi semakin antusias, mereka akan sms terus dan berharap angka yang mereka bid blm ada yg tawar.
Memang offer yg ditawarkan sangat2 menarik, misalnya motor harga 10juta lebih bisa dimenangkan dengan misalnya RP 670 perak, atau notebook 10juta lebih dengan Rp 2000an.
Ide ini benar2 sangat smart, berbeda dengan lelang biasa yang biasa ditentukan pemenangnya dari siapa yang memberikan penawaran tertinggi, kalau ini justru sebaliknya 'yang paling rendah' namun harus unik. Selain itu tentunya memberikan harapan bagi setiap pelanggan yang ikut bermain untuk mendapatkan 'durian runtuh' alias barang mahal dan bagus dengan harga benar2 miring.
Saya coba ikuti permainan ini, dan hasilnya dalam kurang dari 1 jam, pulsa saya 25ribu habis lenyap. Dan sedihnya saya tidak menang, padahal sudah saya ikuti hingga larut menang menjelang ditutupnya kuis tsb :p
Tapi saya relakan uang tsb, saya banyak belajar dari ide XL ini, benar2 tidak pernah terpikirkan oleh saya sblmnya untuk bikin kuis/lelang spt ini, benar2 smart.
Dan kalau saya saja habis Rp 25ribu dalam kurang 1 jam, bayangkan berapa banyak yang XL dapat kan dalam 1 hari, 1 minggu, 1 bulan?? atau bahkan 1 tahun kalau kuis ini bisa terus berjalan.
So if you have idea, you can make , create and even collect money !
daggg..
franky
Kalau Anda siap untuk Sukses by handoyo
Maka kami akan memberikan CARANYA kepada Anda, karena apa yang kami lakukan 4 tahun ini menunjukan suatu pola yang jelas bagi setiap orang yang sukses akan selalu melalui jalan yang sama.
KUNCI SUKSES :
1. PERCAYA DIRI
Inilah kunci pertama untuk menujua sukses, yaitu Anda harus merasa bahwa Anda adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa. Anda bukan salah lahir, tidak menyalahkan diri, tidak menyalahkan pendidikan, tidak menyalahkan orang tua, tidak menyalahkan siapapun juga. Tapi harus bersyukur atas kehidupan yang Tuhan telah berikan. Karena pada dasarnya kalau Anda ini ini, maka sesungguhnya Anda adalah Pemenang atas ratusan juta SPERMA lain saudara Anda yang berebut ketika menuju ke SEL TELUR saat pembuahan. Karena Anda yang paling cepat bertemu dengan sel telur sehingga yang pertama kali bertemu itulah yang membentuk kehidupan awal, itulah Anda.
Anda diciptakan untuk suatu hal yang besar, yang mungkin Anda sendiri tidak mengetahui, tetapi percayalah bahwa Anda diciptakan untuk berarti dan berguna bagi orang lain. Ada suatu maksud Tuhan yang Mulia atas kehidupan Anda.
Yakinkah Anda bahwa Anda bukannya salah Lahir ? Anda menghendakai Kehidupan yang Terbaik Anda sekarang ?
2. MILIKI TUJUAN
Tujuan adalah suatu bahan bakar untuk Anda terus melangkah dan menuju kesuksesan yang Anda impikan. Tanpa tujuan yang jelas, maka Anda hanya akan berputar-putar dan tidak pernah beranjak dari kondisi Anda sekarang. Tujuan yang jelas bila sudah di tuliskan dalam DREAM BOOK dan menjadi suatu motivasi untuk Anda mau melangkah, maka kesuksesan Anda hanya tinggal menunggu waktu saja.
Tujuan hanyalah suatu titik dimana Anda akan menuju ke suatu tempat yang namanya SUKSES pada suatu saat, walaupun mungkin Anda sekarang belum jelas benar kapan sampai kesana. Dan yang lebih penting lagi adalah BUAT ALASAN yang membuat Anda sampai Tujuan tersebut. Karena alasan jauh lebih kuat daripada sekedar tujuan saja. Bahkan yang lebih powefull lagi adalah bila Alasan tersebut membuat Anda menjadi Berarti, menjadi berkat bagi orang lain, karena alasan yang tidak untuk kepentingan sendiri (egois) tidak akan di berkati Tuhan secara dahsyat. Kunci nya adalah : alasan dari tujuan Anda haruslah melayani, menjadi berkat dan memberikan nilai tambah serta membuat orang lain lebih baik kehidupannya.
Sudahkah Anda memiliki Tujuan dan Alasan mengapa Anda ingin sampai kesana ?
3. CARILAH STRATEGI / HIKMAT NYA
Hanya memiliki tujuan saja, tetapi tidak mengetahui bagaimana cara mencapainya serta bagaimana strategi nya maka Anda hanyalah seorang pemimpi. Karena strategi ini lah yang membuat perbedaan apakah Anda bisa mencapai sukses atau sebaliknya. Cari strategi dan hikmat dari BELAJAR itu kuncinya. Belajar bisa dari sekolah, dari kursus, dari lingkungan, dari tempat kita bekerja dan yang penting KOMUNITAS. Karena Komunitas inilah yang membuat kita belajar dan membiasakan hidup.
Setiap orang yang sukses, pasti memiliki strategi yang berbeda-beda. Kita tahu bahwa jalan menuju sukses sangatlah banyak dan beragam, tetapi jalan menuju kegagalan hanyalah SATU, yaitu : Bila Anda tidak memiliki Strategi bagaimana cara mencapai Sukses Anda.
4. BERANI MELANGKAH
Yang membuat Sukses Anda terwujud adalah langkah ke 4 ini, yaitu apakah Anda berani membayar harga kesuksesan yang Anda impikan. Karena Melangkahlah yang membuat sukses menjadi kenyataan. Berani melangkah berarti juga, Penuh Antusias, mengerjakan yang terbaik, memiliki Fokus yang jelas, mengerti alokasi dan pembagian waktu, tidak takut gagal, miliki strategi yang fleksibel, bekerja sama dalam team work yang baik, bangkit bila hasilnya tidak sesuai yang direncanakan.
Keberanian melangkah penuh antusias yang membuat perbedaan sukses Anda.
Siap untuk Melangkah ? Berani Fokus untuk mencapai Tujuan Impian Anda ?
Selamat menikmati Hidup yang Terbaik Sekarang. SELAMAT SUKSES
Gbu. Hans
Sunday, July 8, 2007
MMC FORUM >> http://mmc.forum2u.org
http://mmc.forum2u.org
Selain bisa saling berkomunikasi dengan sesama members, Anda juga bisa tetap membaca berbagai artikel tentang how to make, create and collect money.
Serta Anda bisa posting iklan, jual beli, peluang bisnis di sini.
Wednesday, July 4, 2007
Re : re you ready fo AFTA 2010?? (johnwei)
Like it or not, believe it or not, Globalization is happening. We have no choice but to be ready and face it. I echo Franky's thoughts on being ready.
To me, whatever businesses we are in, our market is no longer domestic, our ultimate market is the globe. Obviously, we ought to start and build our base in where we are strong at, but once we have the fundamental, we ought to look elsewhere other than domestic market. When you are ready, globalization is truly an opportunity not a threat.
Cheers,
Johnwei
Are you ready fo AFTA 2010??
Asean Free Trade Area, benar ga ya? Saya sendiri juga sudah lupa,
intinya kalau tidak salah dengan adanya AFTA maka diberlakukan yang
namanya perdagangan bebas antar negara ASEAN (atau Asia ya? lupa saya).
Tujuan AFTA sich memang untuk meningkatkan daya saing negara2 Asean
terutama dalam menghadapi globalisasi dunia. AFTA sendiri kalau tidak
salah sudah dimulai th 2003, dan th 2010 akan diterapkan penghapusan
semua bea masuk utk 6 negara ASEAN dan selanjut th 2015 utk semua
negara ASEAN.
Saya sich tidak mau terlalu detil bahas AFTA-nya, but cuman mau
brainstorm aja ttg apa yg bakal terjadi di masa yg akan datang,
walaupun pasti memang tidak ada prediksi yg akurat yg bisa dijadikan
pegangan, tp sedikit banyak harus kita aware dampaknya.
Pada saat sekarang saja, kita sudah lihat gempuran produk2 luar di
Indonesia, entah kenapa, saya merasa Indo sepertinya belum siap ya,
dengan adanya AFTA jangan2 Indo cuman bakal jadi sapi perah aja,
soalnya Indo adalah lahan pasar yg sangat2 BIG ! Bandingkan dengan
Singapore yg cuman secuil areanya dibanding Indo tapi tingkat
kompetisi dan profesionalisme bisnisnya yg tinggi, kira2 apa mampu ya
Indo menjual di sana?
Belum lagi kalau tidak salah ada perjanjian Asean dengan China ,
sekarang saja gempuran produk China dahsyat sekali.
So kembali ke kita2, rasanya dampaknya tidak saja berpengaruh pada
small business tapi juga pada big company, walaupun kita belum tahu
kira2 apa yg bakal terjadi ke depan, tapi tentunya mereka sudah harus
plan bagaimana mengantisipasi globalisasi ke depan.
Belum lagi budaya org2 Indo yg sangat memuja produk merek luar,
termasuk customer2 kita juga kan mereka. Di sisi lain apakah kita siap
masuk ke market negara lain, misal Thailand, Malay, Spore, apakah Anda
pernah melakukan survey atau evaluasi kira2 ke depan bagaimana nich,
tetap fokus ke market di Indo atau mulai ke luar negeri??
Di sisi lain, ketimbang berpikir bagaimana mengantisipasi hal ini,
apakah ada peluang / celah untuk memanfaatkan situasi ini justru untuk
mendatangkan profit bagi kita?? kira2 ide apa ya?
Hmm menarik sekaligus bikin was2 ttg apa yg akan terjadi di kemudian
hari, walaupun mungkin ada yg bilang ga usa repot2 dipikirin, tapi
mesti bijak juga, apalagi sekarang juga sudah mulai banyak keliatan
dampak dari globalisasi tersebut. Ditunjang lagi dengan kemajuan
teknologi internet dan handphone,makin lama makin seperti tidak ada
batas dan komunikasi pasti akan makin murah.
So be ready to the new era ...
dagg...
franky
Manfaat Main Cashflow Games (arthur)
semua pengeluaran, penerimaan dan aset/harta kita harus
dihitung.kenapa??supaya kita bisa planning setiap rupiah dari uang
kita yang keluar atau yang akan keluar itu jelas larinya ke mana.kalo
gak dihitung yah mana tau..
2. awalnya cash cash and cash
sedikit sharing gw baru baca sebagian dari buku jalur cepat menjadi
kaya (translate dari instant cashflow) dari brand sugars.. dia bilang
kurang lebih begini:
buat anda yang masih jadi karyawan/pekerja/staff tujuan anda adalah
untuk mencari cash/duit (yang nantinya buat diinvest.terserah dalam
bentuk apa) dan mencari pengalaman (mencoba2 segala
sesuatunya.mumpung anda masih bekerja dalam perusahaan orang,jadi
kalau salah ya yang rugi perusahaan itu dan belum merugikan
perusahaan anda haha.. jahat juga ya)
cukup sampai di situ aja ...cari cash dan pengalaman biar anda bisa
secepat mungkin memulai usaha anda sendiri..
selebihnya gak penting lagi jadi pekerja
itu kata brad sugars
3. 1% of 100 than 100% of 1 (thats right !!)
gue baru berasa bener kata2 itu pas maen game cash flow
jangan taruh 100% uang anda di 1 bisnis / investasi
karena kita gak pernah tau apa yang akan terjadi di perusahaan anda
di masa2 mendatang.walaupun segala sesuatunya sudah di planning.ada
hal2 bisa yang terjadi di luar kekuasaan anda..
so taruh di beberapa usaha (walaupun kita pasti startnya dari 1 dulu)
jadi kalo ada masalah di 1 usaha kita masih punya usaha laen
4. perbanyak informasi dan teamwork
pas maen cash flow games yang namanya team work and informasi bener2
penting.banyak hal2 yang kita gak tau kalo kita cuma
sendirian.semakin banyak informasi, semakin banyak hal2 yang kita
bisa tau..n semakin mengurangi resiko rugi dalam bisnis ataupun
sebaliknya kita jadi tau ke mana kita harus mempergunakan duit kita
dengan efektif..
kalo belum cukup modal ya joinan ato pinjem sama temen..
itu gunanya team work..
5. experience
ini salah satu faktor yang lumayan penting menurut gw..
gak usa jauh2 misal maen cash flow
semakin sering tu orang maen, semakin dia tau cara cepat untuk jadi
yang paling kaya di games tersebut..
begitu juga bisnis anda sekarang ini
semakin sering anda tekuni bisnis anda sekarang
semakin kita tau seluk beluknya
arthur
Finding your Passion (reymond)
Saya ingin sharing sedikit, banyak orang dan termasuk saya (dulu) ingin mencoba segala hal, terutama dalam usaha, kadang melihat peluang usaha diluar yang menawarkan banyak hal yang menguntungkan, dan ingin sekali saya coba semuanya, dan ternyata tidak semuanya berjalan sesuai dengan harapan, tapi tidak pernah ada ruginya selama yang kita lakukan itu semua pekerjaan positif, hanya saja talentnya memang tidak ahli dalam bidang itu, kita bisa menjadi ahli jika kita terus mempelajarinya jalur itupun dapat di tempuh.
semua ada hikmahnya, semua ada manfaatnya, ... kalau belum dicoba penasaran, apapun perlu dicoba, persentase berhasilnya lebih besar jika dicoba daripada duduk diam tidak berbuat apa-apa.
Sampai kadang-kadang saya jadinya bingung maunya apa ya yang ditekuni, dalam hati selalu optimis bisa!...... tetapi saya sangat beruntung dalam kehidupan saya memiliki menthor-menthor luar biasa, saya sering dikasih wejangan-wejangan berguna buat bantu proses saya "MENEMUKAN yang terbaik" untuk saya, menthor spirituil dan menthor bisnis, dua sosok itu yang memberi saya kejelasan pada saya di satu titik.
menthor bisnis saya seorang sukses besar secara finansial, sering bilang ke saya,...
" kalau kamu percaya dengan apa yang bisa kamu pelajari, kamu mau belajar hal-hal baru itu dari nol, itu bagus, silahkan lanjutkan, tapi kamu harus ingat itu perlu waktu, sampai kamu jadi master dalam bidang baru tersebut, saya lebih percaya pada "kebisaan kamu yang paling unggul"dan paling kamu suka, kenapa tidak itu saja yang kamu asah terus menerus, waktu yang kamu pakai dalam belajar hal yang baru misalnya 5 thn, dan sama2 5thn kamu lebih tingkatkan pada talenta kamu yang sudah berjalan. mana yang lebih meyakinkan hati kamu, bisa berhasil? di 5 thn kemudian.. "
saya pulang selalu bawa pikiran ini.
akhirnya...saya percaya
apapun profesi kita, apapun talenta kita, apapun kondisi fisik kita, apapun jikalau ada hambatan di depan, kita bisa tetap maju terus. and so the journey is finding my passion, and its true, semua berbalik ke saya so far so good sampai saat ini, saya memang tidak pernah merasa beban dalam mengajar mahasiswa yg bandel betulan dan tidak pernah merasa beban dalam pekerjaan kreatif, bergadangpun lebih kuat jadinya: ha ha ha
menthor spirituil saya punya jawaban yang selalu hampir sama,... dia bilang sudah minta tanya Tuhan belum?
saya bilang sudah pak....
dia bilang sudah dijawab belum?
saya bilang, rasanya belum karena saya masih bingung sampai saat ini ,
dia bilang lagi, kalau begitu tanya dan minta terus sampai dijawab...
and its true friends.its true..
Regards
Reymond
Mau jadi investor tingkat berapa??
sehat, so mesti nemenin, takut sewaktu2 harus ke rumah sakit.
Makanya jangan heran kalau hari ini saya banyak bikin postingan di
MMC, selain senggang, memang menulis termasuk salah satu hobi saya,
apalagi kalau nulis soal bisnis dan uang :)
So utk menghabiskan waktu saya, karena saya juga tidak bisa kemana2,
saya gunakan waktu saya untuk membaca dan berpikir. Ternyata benar,
pekerjaan paling sulit itu adalah mikir. Tapi justru berpikir itu
yang bisa bikin make money. Percaya atau tidak, saya sich percaya.
Coba Anda paksa diri Anda untuk diam dan mikir, pasti susah, belum 5
menit saja, rasanya badan dan tangan sudah gatal, ingin mengerjakan
sesuatu. Kalau mau diam pun, pasti maunya santai, sambil main game,
denger musik, dll. Kalau totaly diam and mikir, rasanya berat.
Kecuali kalau mmg sudah terbiasa dan bisa menikmati.
Then tadi saya sempatkan baca buku, bingung jg mau baca buku apa,
akhirnya saya ambil buku Cashflow Quadrat, buku yg saya beli kalau
tidak salah sdh 3thn yg lalu. Saya sudah baca habis buku tsb, but
skrg dengan keadaan sekarang, dengan mindset yg sdh berbeda dgn 3thn
yg lalu, pasti saya yakin mendapat sesuatu.
So saya liat2 and tertarik baca Bagian 1 - bab 5 : "Tujuh Tingkat
Investor", seingat saya dulu saya sudah baca, tapi tidak terlalu
tertarik, karena dulu fokus saya pokoknya bisnis, but now saya
merasa harus tahu tentang investasi selain bisnis, sebab dari bisnis
saya akan generate cash, but lewat investasi cash saya akan juga
ikut bekerja dengan bisnis saya.
Dan ternyata saya mendapat banyak sekali wawasan ttg tingkatan
investor, dari tingkat 0 - 6, saya coba cocokan kira2 saya ada di
level berapa sekarang. Dan ternyata saya masih berputar2 di tingkat
0 - 3 , tapi hampir sudah masuk tingkat 4.
Untuk menghemat tulisan ini biar tdk kepanjangan, saya suggest anda
baca sendiri 7 tingkatan investor itu, kalau belum punya bukunya,
HARI GINI BELUM PUNYA BUKU CASHFLOW QUADRANT ?? Maaf, bukan
mengharuskan Anda punya, but buku ini benar2 bagus.
Di akhir bab ada sebuah peringatan, bunyinya begini :
" Siapapun yg bertujuan menjadi investor tingkat 5 atau 6, harus
PERTAMA-TAMA mengembangkan ketrampilan sbg investor tingkat 4.
Tingkat 4 tidak boleh dilompati ... Siapapun yg hendak jadi tingkat
5 atau 6 dengan melompati tingkat 4 adalah PENJUDI ! "
Wow, peringatan serius rupanya, so saya baca2 lagi ttg investor
tingkat 4, yaitu tipe Investor Jangka Panjang. Ada bbrp ciri atau
kriteria investor tipe ini, yaitu :
1. Mengerti pentingnya investasi.
2. Aktif terlibat dalam pengambilan keputusan investasi mereka
(bukan diserahkan bgt saja ke org lain)
3. Punya program jangka panjang
4. Belajar dulu sblm membeli sebuah investasi
5. Meminta saran dari perancang finansial yg kompeten
6. Mengendalikan kebiasaan mengeluarkan uang
7. Meminimalkan utang dan liabilitas
8. Hidup sesuai kemampuan , lalu tingkatkan kemampuan tsb
9. Kalkulasi brp byk yg harus diinvestasikan tiap bulan, berapa
bulan yg diperlukan, dgn tingkat pemasukan yg realistis utk mencapai
tujuan yg diinginkan, misal : pada usia berapa berniat berhenti
kerja, atau berapa banyak uang yg Anda perlukan tiap bulan
10. Berhenti menunggu transaksi besar, sebaliknya "masuki" arena
permainan dengan modal kecil.
11. Jangan khawatir apakah Anda benar atau salah, mulai saja. Anda
bisa stp saat meningkatkan investasi Anda, tapi Anda tdk akan pernah
bisa mengembalikan waktu dan pengalaman yg hilang krn Anda menunggu
utk melakukan hal yg benar atau transaksi yg besar.
12. Gunting kartu kredit Anda
13. Duduk dgn org yg Anda cintai dan start membuat rencana
14. Baca ttg perencanaan finansial dan mulai sisihkan uang.
15. Tidak melakukan hal yg aneh, berisiko, atau seksi dalam
investasi.
16. Sabar dan manfaatkan waktu
Kalau Anda sudah expert di Tingkat 4 ini, maka selanjutnya Anda bisa
menuju tingkat 5 & 6.
Ehm... menarik sekali dan membuka pikiran saya, apalagi sudah
terlalu banyak melihat org2 di Tingkat 0 (sekitar 50% org ada di
tingkat ini), yaitu orang yg menghabiskan sebanyak atau bahkan lebih
banyak dari yg mereka hasilkan.
Atau tingkat 1, yaitu orang2 yang keliatannya punya banyak aset,
tetapi kenyataannya tingkat utang merekapun sgt tinggi. Istilah
Robert Kiyosaki : Merampok Peter untuk Membayar Paul. Semua milik
berharga mereka merupakan utang.
Saya mesti benar2 belajar dan push diri nich, Anda juga, jangan
tunggu akhir/awal tahun utk meng-set goal atau tujuan Anda,kalau
bisa sekarang kenapa tidak? Atau review kembali goal yg Anda set
awal tahun ini. Kebetulan skrg sudah Juli, persis di tengah tahun.
Jujur saja dari dulu saya punya goal untuk retire rich and
young :) , but my business and investment ga boleh retire but keep
growing, haha... serakah ya. Sbgn teman pasti sinis dan mencibir,
atau bahkan mengatakan tidak mungkin. Tp saya yakin masalahnya bukan
mungkin atau tidak, tapi masalahnya adalah apa keputusan Anda
sekarang ??
Dari pada mikirin mungkin atau tidak mungkin, lebih baik putuskan
dulu apakah Anda mau atau tidak, coz the journey menuju ke sana,
dimulai dari keputusan yg Anda buat hari ini.
Dagg...semoga bermanfaat !
www.themoneymakerclub.blogspot.com
Profile of The STAR : Agnes Monica
yg dibahas bbrp waktu yg lalu ??
Salah satunya adalah The Star, kaya dari menjual diri.
Berhubung baru saja melihat liputan Agnes Monica di teve, saya
benar2 kagum dengan Agnes, dia boleh saya kategorikan sebagai The
Star. Bayangkan dia baru berulangtahun yg ke-21, dan kekayaannya,
walaupun tidak ada data tapi sudah diketahui secara umum bhw Agnes
adalah salah satu Millionaire di Indonesia. Not just a millionaire
but a young, energic and succesful millionaire.
Agnes bahkan mgkn telah menjadi icon anak muda yg gila ketenaran dan
kesuksesan, terutama mungkin bagi kalangan gadis2 seumuran agnes.
Target Agnes adalah menjadi konglomerat di usia 25 tahun, ehm..
menarik juga kira2 apa yg akan dia perbuat ya utk bs menjadi
konglomerat.
Tp tentunya Agnes juga tidak begitu saja bisa menjadi spt hari ini,
secara umum orang mengetahui kualitas seorang Agnes, penuh talenta,
profesional dan maksimal dalam menjalankan jobnya. Kita bisa lihat
penampilannya yg maksimal baik dari tarian, kostum, nyanyian, sampai
juga bagaimana dia menyikapi pers. Walaupun mungkin ada juga yg
tidak suka, tapi menurut saya Agnes termasuk artis yg smart dalam
mengakomodasi wartawan, fans maupun vendor yg memakai dia.
Selain itu Agnes boleh dibilang punya kehidupan yg bersih, jarang
mendengar ada gosip atau berita miring/negatif ttg dia.
Agnes juga berkarya sejak dari kecil, lalu seiring bertambahnya usia, Agnes
bukannya menghilang (spt umumnya dihadapi oleh artis anak2 lainnya,
seperti enno lerian, joshua, dll), agnes malah makin berkibar, lewat
sinetron misalnya.
Agnes juga sangat welcome thd fansnya, terutama FansClubnya sangat2
fanatik trhdp agnes.
Brand nama Agnes Monica sebenarnya sudah boleh dibilang punya nilai,
jika seandainya ada yg menggandeng Agnes utk bikin Dance School
Agnes Monica, pasti laku, belum lagi kalau buka kursus menyanyi,
akting, dll. Umur 25 jadi konglomerat, memang bukan tidak mungkin
mestinya.
LG misalnya sudah menggandeng Agnes utk jadi ikon mewakili SEMUA
produk LG, coba lihat mulai dari TV, kulkas, Handphone, semua
modelnya Agnes.
Selain itu Agnes benar2 juga fokus, now she ready for global market,
aktif menjajaki peluang2 goes international, spt main film
hongkong/taiwan ya? konser di Malaysia, nyanyi dengan artis
asing,dll.
So, apakah dari kita ada yg juga The Star?? Saya rasa Anda harus
banyak belajar dari Agnes :)
Dagg....
Sunday, July 1, 2007
Akhirnya ... Main Cashflow Games , Seru !!

Akhirnya setelah diset utk ketemuan and main cashflow games, kemarin minggu ketemuan juga para member MMC yg bakal jadi the next millionaires :)
Setelah ngumpul di Resto Bahagia Muara Karang jam 1 siang, para members yg ud daftar having lunch bareng dulu. Yg datang 10 orang : Pak Daniel, Thomas, Damon, Arthur 'Chico', Edi, Soemardy, Bayu, Ucha & wife and tentunya saya sendiri. Yang cancel or berhalangan sebelumnya ada Pak Reymond, Yosi, Roy, Hindra, sayang sekali ga jadi ikutan.
Singkat cerita, sesudah ngobrol2 sambil lunch (enak deh makanannya) kemudian lanjut ke lantai ke-2. Kurang lebih pk 14.00, acara main dimulai, tapi sebelumnya di briefing singkat dulu about how to play and the rules, maklum deh belum pada pernah main.
Rencana semula yang mau main dengan 2 boards akhirnya dicancel jadi 1 board rame2, biar mudah untuk difasilitasi, and wow kebayang ga semua tumplek jadi 1, kebayang deh ributnya kayak apa?! :) Tapi asli seru and lucu juga, serius tapi santai, walaupun banyak juga becandanya, but sebenarnya dalam kehidupan nyata memang tidak beda jauh, ada deal, ada yang saling mempengaruhi, menjatuhkan, kerjasama, dll.
Hebat juga para playernya, baru pertama kali main ud langsung cepat ngerti dan langsung praktekin deal2 sendiri antar player, bagus sich.
Walaupun saya sudah beberapa kali main dan kali ini hanya membantu jadi fasilitator, but I learned many too, mindset semakin diasah, terus banyak hal2 yg positif di peroleh, misalnya tentang baiknya kita melakukan 'charity' , menyaksikan bagaimana seorang 'janitor' kesulitan meningkatkan incomenya lantaran dia belanjakan uangnya untuk beli boat !! Seorang polisi yang kaya mendadak gara2 nilai apartemennya melonjak drastis. Ada juga player yang begitu punya anak langsung dapat deal bagus, kesannya jadi membenarkan kalau punya anak itu akan membawa rejeki, dll.
BTW akhirnya permainan di cut pk 17.00 dan baru ada 1 orang yang berhasil keluar dari Rat Race (Passive Incomenya melebihi Expenses-nya) yaitu Pak Damon. Selamat deh! Mudah2an dalam kehidupan nyata juga bisa segera seperti itu. Buat yang lain saya percaya juga bisa, cuman karena waktu makanya belum kesampean, but all the players OK banget tuh! Benar2 cepat ngerti and kreatif mainnya.
Saya mengundang yang ud ikutan main bisa share apa yang didapat dari permainan ini di MMC ini.
So buat yang belum ikutan main, next time main deh, dijamin kaga rugi dan akan makin mengasah financial IQ Anda.
Saya yakin yang tadi main, pulangnya langsung mikirin dan membenahi keadaan financial mereka.
Daggg... Hope We All Become More Expert in Money Making ! :)
Tuesday, June 26, 2007
Count Everything !.... Yes, Everything !!
" Sesuatu yang tidak dihitung/terhitung, tidak akan mengalami peningkatan. " (Something that not counted will never get improvement) gitu kali ya kira2 inggrisnya :)
Kira-kira 2 tahun yang lalu saya tau kalimat itu dari buku E-Myth Revisited karya Michael Gerber. Sampai saat ini buku tsb dan idenya telah memberikan dampak besar buat usaha saya.
Sebelumnya saya paling malas kalau disuruh berhitung, tetapi setelah menyadari bahwa jika tidak dihitung, bagaimana bisa ditingkatkan?? Karena yang namanya peningkatan harus tahu posisi awal dan akhirnya berapa. Setelah terhitung barulah bisa diambil tindakan2 untuk melakukan peningkatan.
Apa saja yg dihitung?? Wah Anda pasti terkejut dan pasti malas mendengarnya. Yg dihitung ?? SEMUANYA !!
Baik Anda melakukan usaha trading maupun jasa, Anda harus hitung segala sesuatunya.
Anda harus hitung:
- berapa jumlah orang yang lalu lalang di depan toko Anda
- berapa orang yang melirik dagangan Anda
- berapa yang akhirnya berhenti dan membeli barang Anda.
- berapa sering dia beli
- berapa duit yg dihabiskan setiap kali customer itu beli
- barang apa saja yg dibeli
- sekali beli berapa banyak
- jam berapa saja terjadi transaksi
- jam berapa transaksi puncak terjadi
- hari apa yg paling ramai
- hari apa yg paling sepi
- pembeli Anda lebih banyak perempuan atau laku-laki
- untuk siapa dia beli barang itu?
- berapa banyak yang beli untuk diri sendiri?
- berapa banyak yang beli untuk kantor?
- berapa banyak yang beli untuk temannya atau pasangannya?
- berapa banyak telepon yang diterima dalam 1 hari?
- berapa banyak jumlah frekuensi transaksi Anda?
- berapa banyak barang yang harus dikirim?
- berapa banyak barang yang diambil sendiri oleh customer?
- berapa kali pertemuan atau revisi sebelum proyek anda deal/goal?
- berapa kali harus presentasi baru goal?
- customer anda ada berapa banyak?
- ada berapa customer yg big?
- berapa persen omset yg disumbang oleh customer yang big?
- dan lain-lain
- dan lain-lain
Pokoknya semuanya !!
Kedengaran seperti orang gila ya? Ngapain hitung orang yang lalu lalang di depan toko kita, gila kali :) But it works ! Saya sudah mencobanya, dan banyak manfaatnya.
Ibarat perang, Anda harus tahu sedetil2nya, semua informasi begitu penting.
Demikian juga dengan bisnis Anda, informasi sekecil apapun bisa jadi sangat berharga, jangan diremehkan!
Seringkali banyak perusahaan yang melakukan promosi habis sekian juta atau bahkan miliar tetapi tidak efektif, karena mereka tidak atau belum cukup dalam melakukan perhitungan atau pendataan.
Ada lagi perusahaan atau bisnis yang seakan2 bagian sales dan marketingnya benar2 pisah, padahal komunikasi diantara keduanya harus solid.
Apapun bisnis Anda, kalau mau maju cobalah menghitung dari sekarang. Kalau Anda bisnis cuci mobil, Anda harus tahu, 1 hari berapa mobil yg masuk, jam berapa paling rame, bisa berapa unit? Hari apa yg paling rame. Yang paling banyak nyuci mobil jenis apa? sedan atau SUV? Yang pergi nyuci banyakan supir aja, atau yg punya mobil. Kalau yang punya mobil, itu perempuan atau laki. Biasanya sendiri atau berdua atau ramai2 dengan keluarga? Terus biasanya dia cuci 1 minggu sekali, atau sebulan 1x? Wah banyak sekali deh kalau Anda mau sedikit lebih detil pasti banyak sekali informasi yang Anda bisa dapat.
Dan dengan info itu Anda bisa meningkatkan profit sekaligus mencut cost! Misal kalau Anda sudah tau ada hari2 sepi, mungkin Anda bisa mengurangi karyawan. Baru pada saat peak anda hire karyawan lepasan.
Atau pada hari2 sepi Anda kasih discount heboh misal 50% ! Saya yakin ga akan mengurangi omset pada hari ramai.
Jadi Anda serius mau meningkatkan profit Anda?? Mulai siapkan pena, kertas dan juga kalkulator. Bikin sistem perhitungan, terapkan kedisiplinan dan tentunya awasi orang yg menghitung supaya dia juga tidak memberi laporan palsu gara2 malas menghitung :)
Daggg..semoga bermanfaat !
franky
Can't Win ?? Set The New Rules !
Mungkin Anda merasa mentok, karena produk Anda tidak banyak beda dengan kompetitor, harga Anda terus bersaing, sampai kadang2 Anda sampai ngeri takut tidak ada profit lagi apalagi kalau pesaing punya modal besar dan berani rugi.
Atau Anda merasa susah mengikuti inovasi2 yang terus dibuat oleh pesaing, bahkan Anda cenderung ketinggalan terus oleh pesaing.
Ya namanya persaingan tentu biasanya ketat, apalagi kalau berada di market yang gemuk atau basah.
Kalau saya liat di lapangan, banyak pengusaha yang daripada pusing dan kesulitan bersaing, mereka akhirnya menghindari persaingan itu dan membuat aturan yang baru. Set the new rules, set the new standard ! Suatu cara yg efektif untuk menghindari persaingan sekaligus untuk memenangkan market !
Saya memang bukan ahli, tapi saya lihat beberapa contoh di lapangan dan cukup sukses. Ketika air mineral booming, banyak pengusaha yang mengikuti jejak AQUA, bikin perusahaan sejenis, produk sejenis, namanya macam2 dari A sampai Z. Begitu banyaknya merk air minum mineral, sampai orang pusing dan hanya ingat yang namanya AQUA, ADES, 2Tang, Prima, VIT. Yang lain memang masih banyak, tapi kalau bukan oleh perusahaan besar, rasanya sulit memenangkan persaingan, walaupun tetap dapat bagian dari market dan cukup lumayan.
Dari kancah persaingan yang begitu ketat, muncul pemain2 baru yang daripada desak2an ikut bersaing kemudian berinovasi dan men-set aturan main yang baru. Lalu muncullah minuman yang mengandung Oksigen, minuman Hexagonal, minuman yang menjual kemasan yg bagus, botol yg bagus, dll. Walaupun saya tidak punya data, tapi saya yakin, mereka tidak lagi head to head dengan AQUA, bahkan mereka bisa menjadi raja di bidangnya sendiri.
Contoh lain, dulu saat Ericsson dan Motorola bersaing dalam soal teknologi handphone, tiba2 Nokia, sebuah perusahaan yang mungkin tidak kita kenal sebelumnya, menyalip dengan menawarkan sebuah Handphone yang lebih manusiawi, ada gamenya, casingnya bisa diganti dan layarnya lebih lebar. Alhasil, dalam waktu singkat Nokia tampil menjadi jawara, sampai terkenal istilah handphone sejuta umat. Benar2 dahsyat strategi Nokia.
Waktu berbagai Airline masih bersaing ketat menawarkan qualitas service, tempat duduk, kualitas lounge cek in, membership, dll. tiba2 AirAsia ga peduli kiri kanan, langsung menawarkan Low Cost Carrier, harga murah abiss dengan memangkas biaya makan di pesawat, online tanpa tiket dan ternyata responnya bagus sekali. Air Asia bahkan berhasil menjual tiket untuk 1 tahun kedepan hari ini. Strateginya simpel saja, menjual kursi2 kosong yang selalu ada dalam setiap kali penerbangan dgn harga miring sehingga dibicarakan orang. Saya yakin kalau Air Asia, menjual kenyamanan atau kualitas atau service, ga bakal menang deh !
Banyak lagi contoh2 yang lain, misal FruTang yang mencoba mengisi kekosongan minuman rasa jeruk dalam kemasan. Daripada saingan dengan air mineral, mendingan jual air jeruk. Tapi sekarang market FruTang lagi digerus sama Ale-Ale, produksi Wings, si Raja Peniru/Pengikut (ternyata meniru juga adalah suatu strategi yang efektif dan ampuh).
AC Sharp yang menjual AC ber-ion yang bisa membunuh flu burung ?? Jadi jual AC bukan lagi jual dingin !
LCD Samsung yang walaupun mungkin bukan the best qaulity LCD, berhasil menang dengan menjual design dan tentu strategi marketingnya yang menggoda emosi customer.
Anda tahu acara TV yg baru : MAMAMIA ?? Ini juga termasuk yg bikin standart baru, daripada bikin acara show model Indonesia Idol (misal KDI, AFI) dimana ud ga mgkn bisa menang lawan Indonesia Idol, mereka bikin MAMAMIA yang melibatkan anak perempuan dan mamanya. Dan nampaknya cukup berhasil. Masyarakat menganggapnya beda dan tidak dicompare dengan Indonesia Idol. Indonesia Idolpun pasti tidak merasa tersaingi, jadi MAMAMIA aman2 aja nampaknya.
So bagaimana dengan usaha Anda? Pusing mikirin kompetitor? Pusing perang harga melulu ? Pusing promosi melulu ? Set the New Rules !! Set the New Standard !! Bukan saja Anda bisa menghindari persaingan dengan pesaing yang jauh lebih besar, tetapi Anda sekaligus bisa jadi Raja di standard baru yang Anda buat.
So, start thinking, what is your new standard/rule ??
Daagg...
MMC
Thursday, June 21, 2007
ACER: Telat tapi Duluan? (by Damon)
Anyway, sebetulnya Acer seolah2 yang duluan keluar laptop dgn design menarik. Well, actually no.Pelopor komputer dengan design menarik adalah APPLE. G lupa tahun berapa, tapi dulu CEO Apple yg namanya Steve Jobs pernah sempat meninggalkan Apple dan kemudian beberapa tahun kemudian ketika Apple sudah HAMPIR BANGKRUT, Steve Jobs dipanggil kembali dan u know what helps them? i-Mac.
Im sure u guys sudah pernah dengar produk i-Mac yg terus berkembang sampai hari ini sudah jadi ragam produk sperti i-Pod.Knapa i-Mac bisa selamatkan mereka? Well, walaupun kejadian ini sudah lebih dari 10 tahun yang lalu, tapi Steve Jobs dengan jeli melihat bahwa kompetisi yang sudah terlalu tinggi di market komputer membutuhkan Fresh idea dalam Value Product. DESIGN menjadi featureutama dari i-Mac.
Kemudian operating system yg dikembangkan Apple juga berfokus pada DESIGN dan BOOM!!! meledak di pasaran. Banyak orang berpindah ke Macintosh dari PC CUMA KARENA DESIGN. Contoh: Toko buku dan cafe2 di seluruh dunia lebih prefer pakai macintosh karena selain fungsi, DIPAJANG nya juga bagus. Steve Jobs, verybrilliant!
Saking brilliantnya pemikiran ini, semua produk2 termasuk si pesaing KETAT: Microsoft Bill Gates mau ndak mau nyerah harus ikut-ikutan bikin Operating System yang juga mulai fokus ke DESIGN. Mulai dari XP dan sekarang VISTA yang jelas paling menonjol adalah TAMPILAN alias DESIGN INTERFACE.
Bukan cuma di dunia komputer, fokus pada DESIGN juga terjadi hampirdi semua product yg tadinya ndak peduli dengan tampang. Misal: TV,radio, casing cd, kursi, meja makan, tempat tidur, modem, telepon,dan masih ada jutaan produk lain yg sekarang sdh beralih ke DESIGN.
Bahkan produk CINA! So, more than 10 years later, hadirlah ACER yang seolah-olah 'hebat' mengeluarkan product dgn keunggulan utama di design. Ketinggalan? ndak juga. Duluan? Pasti ndak lah! Tapi yg pasti, Acer berhasil melihat peluang yg sudah telat tapi masih sangat sangat powerful.
Shortly, Acer is not very brilliant, but definitely not stupid. Dimulai dgn design PC nya yg berukuran kecil sekali (yg jelas niru product PC luar negeri) sampai sekarang dia udah merambah notebook dgn design outstanding.
Masih ingat tulisan g tentang Samsung PlasmaTV? well, Acer is going that way. Dan kita liat aja, APA REAKSI BRAND NOTEBOOK LAIN? Responsive? atau sok ndak peduli?
So guys, apa bisnis kalian? kalau sampai hari ini masih menganggap visual look, appearance, design, ndak penting buat bisnis u /product u, ya....tunggu aja waktunya dimana u bakal pikir 'Aduh, telat!'
Cheers'
Damon
RED Comm.
PS. 'First impression last forever'
Tuesday, June 19, 2007
How to Start Make Money ... Easily
Namun banyak orang yang kepengen, tetapi hingga sekarang tetap sajatidak mulai2 untuk buka usaha, umumnya kalau saya liat ada 4penyebab:
1. Tidak punya Modal
2. Standardnya ketinggian
3. Takut gagal
4. Bingung bisnis apa
Memang ada alasan lain, misal waktunya kurang, pengetahuan kurang,dll, tapi sepertinya yang dominan saya temukan itu ya 4 tadi. Yang sering didengar biasanya "Tidak punya Modal", jujur saja, kalau modal terus yang dipikiran, maaf2 mungkin tidak akan mulai-mulai,apalagi kalau gajinya cuman 1-2juta/bln.
Kalau solusi buat hal ini, biasanya ada 2, yang pertama pinjam. Tapi hati2, apalagi kalau Anda benar2 baru memulai usaha dan belum pengalaman, biasanya kemungkinan gagal cukup besar. So pinjamlah dalam skala yang masih terjangkau, dalam arti kalau ada apa2, Anda masih punya back up.Pinjam lebih baik ke saudara, teman atau rekan kerja, selain lebih mudah prosesnya, dan fleksibel anda bisa utarakan niat anda, sehingga kemungkinan pun tidak ada bunga.
Teman saya si Harry yang sekarang ada di China dan juga member MMC punya tips praktis, dia bilang soal modal gampanglah. Coba Anda pikir baik2, biasanya orang punya berapa banyak teman?? 50-100 atau lebih? Yang dekat ?? 10-20 orang ?? Ya begini saja, datangi teman2yang kenal dekat dan percaya sama kita, lalu kita bilang pinjam Rp1juta donk. Masak sich sebagai teman dekat, banyak nanya, ga mau kasih pinjam. Tentunya pasti kasih, jadi kalau sudah 10 org Andasudah punya 10juta dikantong, cash, tanpa bunga.
Tapi sekali lagi Anda harus punya reputasi bisa dipercaya! Selain itu tentunya semakin banyak teman, semakin banyak juga cash yang bisa Anda dapatkan.Percayalah, kalau Anda benar2 orang yg punya integritas, Anda bisa dptkan banyak pinjaman, apalagi kalau 1 orang bisa dan mau pinjam 5-10 juta atau bahkan lebih. Anda sudah punya modal kan?!
Cara ke-2 ya patungan, bisa sama2 keluar modal, Atau Anda hanya keluar ide dan yang lain keluar modal. Banyak orang yang modalnya tidur bingung untuk apa, so kalau Anda punya ide, coba datangi orang itu dan share ide Anda, selanjutnya tinggal bikin pembagian shareseperti apa. Sekarang Anda bisa mulai bisnis dengan modal orang lain :)
Yang ke-2 "Standarnya Ketinggian."
Nah yang ini juga sama. Sering ketemu kan orang ga mulai2 bisnis,gara2 dia mikirnya terlalu ruwet dan standardnya too high. Saya kalau mau bisnis harus punya mobil dulu, komputernya harus 5 unit, mesti buka di ruko pinggir jalan, saya harus punya mesin A dulu, tapi harganya mahal. Saya mesti buka di pusat bisnis , kalau di pinggiran sepi. harus punya mobil box dulu baru bisa jalan, dll.
Ya sukur2 kalau kesampean ya ga papa, masalahnya mau nunggu berapa lama kalau nunggu semua ready baru mulai.Coba lower your standard, start small, start dengan apa yang ada pada diri kita. Jangan liat yang tinggi2 mulu, bisa2 ga mulai2. Dalam mulai bisnis yang paling penting adalah Passion and Commitment. Tapi itu percuma kalau ga mulai2 :)
Yg ke-3 " Takut Gagal"
Nah yang ini nich yang selalu menghantui banyak orang, takut gagal. Utk urusan ini memang sudah ke masalah mental. Memang kalau mulai bisnis kemungkinan gagal itu besar, bohonglah kalau ada yg bilang tenang aja pasti berhasil, dll.Anda harus jujur pada diri Anda bhw kemungkinan gagal itu ada dan besar, tetapi jangan kuatir, resiko sebenarnya bisa dikendalikan asal Anda juga punya persiapan dan mau belajar dari orang lain.
Ada sebuah survey yang menyebutkan bahwa semua bisnis baru dalam 5tahun 80%-nya akan tutup. Dan sisanya yang 20% dalam 5 tahun ke-2 , 80%-nya juga akan mengalami tutup, tidak berkembang atau ganti usaha.Artinya kalau hari ini ada 1000 bisnis baru di th 2007, tahun 2012 hanya akan sisa 200 yang bertahan. Lalu di tahun 2017 sisa 40 yang benar survive and growing-nya bagus.Sisanya tutup, ganti usaha ataujalan di tempat.
Fakta ini bukan semakin menakutkan Anda, tetapi justru membuat Anda untuk lebih berani terima kenyataan dulu, biar nanti kalau Anda terjun tidak lagi shok kalau gagal dan membuat Anda mau coba lagi.Karena banyak sekali orang yg baru mulai usaha 1x, lalu tidak jalan dan kapok lalu tidak mau berbisnis lagi.
Tips lain khususnya buat yg masih kerja, jangan nekad2 berhenti kerja karena merasa mendapat kepercayaan yang tinggi utk 100% fulltime berbisnis. Apa salahnya Anda mulai bisnis justru saat Anda masih kerja, tp jangan mencuri waktu kerja Anda , itu tidak baik dan tidak benar.
Mulai bisnis saat Anda masih bekerja adalah salah satu tips yg bener2 bagus, maklum jangan harap duit cepet di bisnis, ada bisnisnya yang mungkin butuh 1 tahun baru bisa mulai profit. Sojangan emosional, mentang2 baru ikut seminar bisnis, langsung mutusin berhenti kerja karena terprovokasi :) ujungnya berhenti kerja, bisnis gagal, jadi nganggur :)
Yang terakhir " Bingung Bisnis Apa?"
Ini juga selalu yang ditanya2 dan dicari2 orang, makanya majalah2 bisnis laku keras.Tips saya cuman satu , rubah pertanyaan Anda , jangan tanya "mau bisnis apa?" tapi tanya "apa sich yang lagi dibutuhkan/diinginkan orang2 disekitar saya?"Itu pertanyaan yg powerful, akan merubah fokus Anda.
Kalau cuman nanya mau bisnis apa, sampai setahun juga mungkin Anda ga mulai2bisnis.Coba mulai pikir, kira2 teman2 Anda butuh apa? Orang2 di sekitar komplek rumah Anda butuh apa? di Perkantoran tempat saya kerja orangkepengen apa? dstnya. Dulu saya mulai cari duit sampingan justru dari pertanyaan itu.
Sewaktu kuliah banyak teman yang susah cari buku import dan mahal. Akhirnya saya tawarkan jasa fotokopi, lumayan walau cuman jadi makelar and mesti cape2 naik bis bawa fotokopian tebal2 tapi duitnya lumayan. Tapi fotokopian itu ilegal, haha, makanya saya tidak sarankan untuk Anda ikuti.
Waktu dulu sekolah banyak teman yang malas turun ke kantin karena istirahat cuman 15 menit and rame sekali lalu mesti turun tangga sampe 4 lantai, akhirnya saya suruh mama saya masak and saya bawa setiap hari 10-15 bungkus nasi goreng, nasi campur, dll. Laku juga :) saya masih ingat dulu cuman 2,500 atau 3,000 :)
Waktu teman2 saya lagi gandrung musik2 pop mandarin, saya jualin kaset2nya, laku juga:)
Ya start small aja, mata jeli liat kebutuhan, and yg penting mau action. Skill2 yg lain bisa dan mudah untuk dipelajari , yang penting Anda mulai dulu. Tapi ingat jangan membabi buta, kalkulasikan berapa resikonya.
Ada satu tips lagi, kalau Anda bisa mewujudkannya boleh dibilang Anda bisa tenang2 aja.Kalau Anda bisa bikin suatu bisnis dimana kalau bisnis itu mencapai 90% gagal, dan Anda tetap bisa untung, Anda boleh tenang.Misal kalau Anda berjualan barang/produk X, katakanlah Anda bawa 100pcs. Kalau yang kejual hanya 10pcs saja dan Anda sudah untung dan bisa cover semua modal(100pcs). SELAMAT ! Anda sudah punya satu keyakinan yang bisa membuat Anda semakin berani untuk menjalankan bisnis itu.
Masak sich ga kejual 10pcs, kalau Anda yakin berarti Go Ahead, Anda sudah tau risk dan potensinya dan kemungkinan besar You WIN !!
So, Bisnis Hanyalah Sebuah Permainan, Anda Hanya Perlu Tahu AturanMainnya, Tahu Bagaimana Cara Untuk Bisa Menang, dan Anda HarusIkutan Main Baru Bisa Menang.
Dagg.. semoga bermanfaat
franky
Saturday, June 16, 2007
Ikan Jenis Apa Anda ??

Friday, June 15, 2007
10 Ways to Grow Your Business
Looking to take your business to the next level?
Then check out these 10 practical ways to expand your business.
When you first started your business, you probably did a lot of research. You may have sought help from advisors; you may have gotten information from books, magazines and other readily available sources. You invested a lot-in terms of money, time and sweat equity-to get your business off the ground. So...now what?
For those of you who have survived startup and built successful businesses, you may be wondering how to take the next step and grow your business beyond its current status. There are numerous possibilities, 10 of which we'll outline here. Choosing the proper one (or ones) for your business will depend on the type of business you own, your available resources, and how much money, time and sweat equity you're willing to invest all over again. If you're ready to grow, we're ready to help.
1. Open another location. This might not be your best choice for business expansion, but it's listed first here because that's what often comes to mind first for so many entrepreneurs considering expansion. "Physical expansion isn't always the best growth answer without careful research, planning and number-planning," says small-business speaker, writer and consultant Frances McGuckin, who offers the following tips for anyone considering another location:
· Make sure you're maintaining a consistent bottom-line profit and that you've shown steady growth over the past few years.
· Look at the trends, both economic and consumer, for indications on your company's staying power.
· Make sure your administrative systems and management team are extraordinary-you'll need them to get a new location up and running.
· Prepare a complete business plan for a new location.
· Determine where and how you'll obtain financing. (See "Got Cash?" for financing tips.)
· Choose your location based on what's best for your business, not your wallet.
2. Offer your business as a franchise or business opportunity.
Bette Fetter, founder and owner of Young Rembrandts, an Elgin, Illinois-based drawing program for children, waited 10 years to begin franchising her concept in 2001-but for Fetter and her husband, Bill, the timing was perfect. Raising four young children and keeping the business local was enough for the couple until their children grew older and they decided it was time to expand nationally.
"We chose franchising as the vehicle for expansion because we wanted an operating system that would allow ownership on the part of the staff operating Young Rembrandts locations in markets outside our home territory," says Bette. "When people have a vested interest in their work, they enjoy it more, bring more to the table and are more successful overall. Franchising is a perfect system to accomplish those goals."
Streamlining their internal systems and marketing in nearby states helped the couple bring in their first few franchisees. With seven units and some time under their belt, they then signed on with two national franchise broker firms. Now with 30 franchisees nationwide, they're staying true to their vision of steady growth. "Before we began franchising, we were teaching 2,500 children in the Chicago market," says Bette. "Today we teach more than 9,000 children nationwide, and that number will continue to grow dramatically as we grow our franchise system."
Bette advises networking within the franchise community-become a member of the International Franchise Association and find a good franchise attorney as well as a mentor who's been through the franchise process. "You need to be open to growing and expanding your vision," Bette says, "but at the same time, be a strong leader who knows how to keep the key vision in focus at all times."
3. License your product.
This can be an effective, low-cost growth medium, particularly if you have a service product or branded product, notes Larry Bennett, director of the Larry Friedman International Center for Entrepreneurship at Johnson & Wales Universityin Providence, Rhode Island.
"You can receive upfront monies and royalties from the continued sales or use of your software, name brand, etc.-if it's successful," he says. Licensing also minimizes your risk and is low cost in comparison to the price of starting your own company to produce and sell your brand or product.
To find a licensing partner, start by researching companies that provide products or services similar to yours. "[But] before you set up a meeting or contact any company, find a competent attorney who specializes in intellectual property rights," advises Bennett. "This is the best way to minimize the risk of losing control of your service or product."
4. Form an alliance.
Aligning yourself with a similar type of business can be a powerful way to expand quickly. Last spring, Jim Labadie purchased a CD seminar set from a fellow fitness professional, Ryan Lee, on how to make and sell fitness information products. It was a move that proved lucrative for Labadie, who at the time was running an upscale personal training firm he'd founded in 2001. "What I learned on [Lee's] CDs allowed me to develop my products and form alliances within the industry," says Labadie, who now teaches business skills to fitness professionals via a series of products he created and sells on his Web site, HowToGetMoreClients.com.
Seeing that Labadie had created some well-received products of his own, Lee agreed to promote Labadie's product to his long contact list of personal trainers. "That resulted in a decent amount of sales," says Labadie-in fact, he's increased sales 500 percent since he created and started selling the products in 2001. "Plus, there have been other similar alliances I've formed with other trainers and Web sites that sell my products for a commission."
If the thought of shelling out commissions or any of your own money for the sake of an alliance makes you uncomfortable, Labadie advises looking at the big picture: "If you want to keep all the money to yourself, you're really shooting yourself in the foot," says the Tampa, Florida, entrepreneur. "You need to align with other businesses that already have lists of prospective customers. It's the fastest way to success."
5. Diversify.
Small-business consultant McGuckin offers several ideas for diversifying your product or service line:
· Sell complementary products or services
· Teach adult education or other types of classes
· Import or export yours or others' products
· Become a paid speaker or columnist
"Diversifying is an excellent growth strategy, as it allows you to have multiple streams of income that can often fill seasonal voids and, of course, increase sales and profit margins," says McGuckin, who diversified from an accounting, tax and consulting business to speaking, writing and publishing.
Diversifying was always in the works for Darien, Connecticut, entrepreneurs Rebecca Cutler and Jennifer Krane, creators of the "raising a racquet" line of maternity tenniswear, launched in 2002. "We had always planned to expand into other 'thematic' kits, consistent with our philosophies of versatility, style, health and fun," says Cutler. "Once we'd begun to establish a loyal wholesale customer base and achieve some retail brand recognition, we then broadened our product base with two line extensions, 'raising a racquet golf' and 'raising a racquet yoga.'"
Rolling out the new lines last year allowed the partners' current retail outlets to carry more of their inventory. "It also broadened our target audience and increased our presence in the marketplace, giving us the credibility to approach much larger retailers," notes Cutler, who expects to double their 2003 sales this year and further diversify the company's product lines. "As proof, we've recently been selected by Bloomingdale's, A Pea in the Pod and Mimi Maternity."
6. Target other markets.
Your current market is serving you well. Are there others? You bet. "My other markets are what make money for me," says McGuckin. Electronic and foreign rights, entrepreneurship programs, speaking events and software offerings produce multiple revenue streams for McGuckin, from multiple markets.
"If your consumer market ranges from teenagers to college students, think about where these people spend most of their time," says McGuckin. "Could you introduce your business to schools, clubs or colleges? You could offer discounts to special-interest clubs or donate part of [your profits] to schools and associations."
Baby boomers, elderly folks, teens, tweens...let your imagination take you where you need to be. Then take your product to the markets that need it.
7. Win a government contract.
"The best way for a small business to grow is to have the federal government as a customer," wrote Rep. Nydia M. Velazquez, ranking Democratic member of the House Small Business Committee, in August 2003. (Click hereto read that article.) "The U.S. government is the largest buyer of goods and services in the world, with total procurement dollars reaching approximately $235 billion in 2002 alone."
Working with your local SBAand SBDCoffices as well as the Service Corps of Retired Executivesand your local, regional or state Economic Development Agency will help you determine the types of contracts available to you. The U.S. Chamber of Commerce and the SBA also have a Business Matchmaking Programdesigned to match entrepreneurs with buyers. "A fair amount of patience is required in working to secure most government contracts," says Johnson & Wales University's Bennett. "Requests for proposals usually require a significant amount of groundwork and research. If you're not prepared to take the time to fully comply with RFP terms and conditions, you'll only be wasting your time."
This might sound like a lot of work, but it could be worth it: "The good part about winning government contracts," says Bennett, "is that once you've jumped through the hoops and win a bid, you're generally not subject to the level of external competition of the outside marketplaces."
8. Merge with or acquire another business.
In 1996, when Mark Fasciano founded FatWire, a Mineola, New York, content management software company, he certainly couldn't have predicted what would happen a few years later. Just as FatWire was gaining market momentum, the tech downturn hit hard. "We were unable to generate the growth needed to maximize the strategic partnerships we'd established with key industry players," Fasciano says. "During this tech 'winter,' we concentrated on survival and servicing our clients, while searching for an opportunity to jump-start the company's growth. That growth opportunity came last year at the expense of one of our competitors."
Scooping up the bankrupt company, divine Inc., from the auction block was the easy part; then came the integration of the two companies. "The process was intense and exhausting," says Fasciano, who notes four keys to their success:
· Customer retention. "I personally spoke with 150 customers within the first few weeks of consummating the deal, and I met with 45 clients around the globe in the first six months," notes Fasciano. They've retained 95 percent of the divine Inc. customer base.
· Staff retention. Fasciano rehired the best and brightest of divine's staff.
· Melding technologies. "One of the reasons I was so confident about this acquisition was the two product architectures were very similar," says Fasciano. This allowed for a smooth integration of the two technologies.
· Focus. "Maybe the biggest reason this acquisition has worked so well is the focus that FatWire has brought to a neglected product," says Fasciano.
FatWire's acquisition of divine in 2003 grew its customer base from 50 to 400, and the company grew 150 percent, from $6 million to $15 million. Fasciano expects no less than $25 million in sales this year.
9. Expand globally.
Not only did FatWire grow in terms of customers and sales, it also experienced global growth simply as a result of integrating the best of the divine and FatWire technologies. "FatWire finally has international reach-we've established new offices in the United Kingdom, France, Italy, Spain, Holland, Germany, China, Japan and Singapore," says Fasciano. This increased market share is what will allow FatWire to realize sustained growth.
But you don't need to acquire another business to expand globally. You just need to prime your offering for an international market the way FatWire was primed following the integration of its technologies with divine's.
You'll also need a foreign distributor who'll carry an inventory of your product and resell it in their domestic markets. You can locate foreign distributors by scouring your city or state for a foreign company with a U.S. representative. Trade groups, foreign chambers of commerce in the United States, and branches of American chambers of commerce in foreign countries are also good places to find distributors you can work with.
10. Expand to the Internet.
"Bill Gates said that by the end of 2002, there will be only two kinds of businesses: those with an Internet presence, and those with no business at all," notes Sally Falkowa Pasadena, California, Web content strategist. "Perhaps this is overstating the case, but an effective Web site is becoming an integral part of business today."
Landing your Web site in search engine results is key-more than 80 percent of traffic comes via search engines, according to Falkow. "As there are now more than 4 billion Web pages and traffic on the Internet doubles every 100 days, making your Web site visible is vital," she says. "You need every weapon you can get."
Design and programming are also important, but it's your content that will draw a visitor into your site and get them to stay. Says Falkow, "Putting together a content strategy based on user behavior, measuring and tracking visitor click streams, and writing the content based on researched keywords will get you excellent search results and meet the needs of your visitors."
Braindstorming Soal Peluang Bisnis Semalam

Semalam saya ke restoran Yiethou Muara Karang, di restoran ini setiap hari kamis, memang berkumpul beberapa teman yang memang juga rata-rata pebisnis juga. Sebagian memang ada juga yang bekerja dan bukan pengusaha, tetapi kalau sudah membicarakan bisnis dan uang, semuanya pasti tertarik :)
Yang jadi koordinator adalah teman saya , namanya si Soemardi, masih muda umurnya, dia termasuk pengusaha yang ulet dan berhasil dibidang stationery.
Kemarin kita berbicara mengenai peluang bisnis, topik ini muncul karena ada 2 orang yang saat ini lagi kebingungan mau usaha atau cari peluang apa.
Dari bincang2 kemarin, saya dapatkan banyak sekali manfaat, dari obrolan rame2, ternyata banyak sekali muncul ide2 atau peluang bisnis yang kadang mungkin tidak kita pikirkan atau tidak kita ketahui sebelumnya.
Ada yang memberi ide menjual "sampah", mulai dari kardus bekas, botol aqua bekas, besi tua sampai menjual getah, timah, dll. Menarik untuk disimak, walau mungkin kadang kita mikirin kayaknya ga ngerti jualan barang2 tsb, tapi minimal dari brainstorming kemarin, mata saya terbuka bahwa memang banyak sekali peluang2 yang ada. Yang penting memang asal Anda mau mencoba dan terus mencoba.
Ide lain, menjual kue2 di berbagai kios di Jakarta. Menjual kue ?? ehmm.. mungkin Anda malu atau malas, kesannya kok jadi asongan. Tapi kalau Anda tahu berapa bisa Anda dapatkan dari jualan kue tersebut, Anda mungkin akan memikir ulang. Mohon maaf saja, kalau Anda mau terbuka, ternyata dari jualan kue tsb, untungnya bisa lebih besar dari gaji Anda sekarang.
Coba liat berapa ribu kios di jakarta ini, dan ternyata Anda tidak perlu cape2 bikin kue, karena Anda bisa beli , misalnya di Pasar Senen, yang menjual dengan harga hanya kurang lebih Rp 500/buah. Kalau Anda bisa jual katakan 1,500 atau 2,000/buah, hmm.. Anda bisa mulai hitung berapa potensi untungnya kan.
Ide lain, misalnya sewa PlayStation, usaha ini memang sudah menjamur, tetapi peluangnya tetap ada, dan ternyata sudah pernah ada yang menjalankannya dan memang untung. Salah satu rekan saya, Pak Daniel langsung saja menyambar ide itu, katanya hari ini dia mau pergi beli TV and PSnya, wah Pak Daniel mesti bagi share profit nich, minimal gohun (5%) dari omset tiap bulan , haha...
Masih banyak lagi ide2 yang dibahas semalam, saya sendiri juga ikut makin terbuka. Kadang2 saya pikir, banyak orang yang bingung mesti ngapain, mesti usaha apa, dll. Tapi saya rasa sebenarnya mau usaha apapun, yang penting bukan apa jenis usahanya, apa produknya, dll. Yang penting adalah Anda MAU MEMULAI !
Tanpa memulai dan hanya duduk saja, sampai tahun depan pun tidak akan ada hasil, sebab Anda tidak take action. So daripada mikirin, apakah bisnis ini cocok sama saya, apakah produk ini bisa laku atau tidak, mungkin lebih baik Anda berpikir mengenai BAGAIMANA Anda memulai dan langsung ambil keputusan MEMULAI.
Memang selalu ada kekuatiran bisnis tidak jalan, tidak laku ,dll. Tapi semua itu sebenarnya bisa Anda kontrol dengan memulai dari kecil, start small dulu. Anda jangan gengsi kalau Anda harus mulai dari pinggir jalan, atau dari kios yg kecil. Atau bahkan dari dengan menjajakan keliling.
Sudah banyak bukti, bisnis yang sukses besar, tadinya hanya dijual secara asongan atau mulai dari kamar / garasi rumah sendiri.
So , ready to START NOW ??
GO..GO..GO !!
nb: oh ya, bagi members MMC yang kepengen datang dan ikutan ngobrol, silahkan saja langsung datang ke restoran Yiethou Muara Karang, setiap hari Kamis pk 18.30. Atau bisa juga Anda datang hari Senin malam di resto Seafood Bahagia Muara Karang juga.
Daggg...
Wednesday, June 13, 2007
I’d rather have 1% of 100 people’s income than 100% of my own.
Terus terang sewaktu membaca kalimat itu, mata saya terbuka, dan saya terus memikirkan kalimat tsb. Kalau dipikir2 benar juga, tinggal pilih mau yang mana , dapat 1% dari income 100orang atau 100% income sendiri.
Masalahnya bukan soal benar atau salah, tapi di saat kebanyakan pikiran dan konsep orang kebanyakan termasuk saya tadinya, justru masih ngotot maunya fokus dan cari keuntungan dari bisnis atau keringat sendiri, konsep ini justru menawarkan sesuatu yang lain.
Sesuatu yang kalau menurut saya lebih smart memang, daripada fokus cari untung kepada satu kerjaan/usaha dengan 100% keringat, waktu dan tenaga sendiri. Konsep ini menawarkan sesuatu yang lain, kita bisa cari total income yang sama dari beberapa kerjaan/usaha lain atau dari orang lain, walaupun hanya dapat jauh lebih kecil dari yang 100% tadi, tetapi waktu dan tenaga kita jauh lebih efektif. Bahkan Brad menyebutnya, kalau bisa menjalankan hal itu artinya Anda bisa passive income, karena yang mengoperasikan orang lain dan Anda mengutip keuntungan dari usaha mereka.
Tapi untuk mempraktekan hal ini gimana caranya??
Beberapa waktu yg lalu saya nonton Bob Sadino di TV, beliau bercerita bagaimana usaha ekspor hasil bumi ke Jepangnya bisa berjalan baik , padahal dia tidak punya lahan. Anehkan?
Rupanya Bob menjangkau para petani yg punya lahan, lalu mereka disuruh tanam jenis tanaman yang Bob mau, kemudian dijual ke Bob dan petani itu mendapat bayaran lebih baik daripada menanam jenis tanaman yang lain.
Lalu ketika ditanya apakah Bob menggunakan kontrak dsbnya kpd para petani tsb, dijawab ternyata tidak. Bob cuman bilang, pokoknya selama mereka(para petani) itu mendapatkan keuntungan dari menanam tanaman yang saya mau itu, mereka ga bakal lari deh.
Bob baru saja melakukan leverage, dia tidak punya lahan, cukup membayar sedikit lebih mahal kepada para petani tsb, dan dia bisa meraih keuntungan jauh lebih besar dari hasil ekspornya ke jepang. Smart ya. Kalo Bob mah bukan dapat 1% lagi :)
Contoh lain, tadi siang Citibank telpon saya, dia menawarkan mau tidak tagihan saya bulan ini di-eazypay kan jadi 3kali bayar dengan bunga 2,5%.
Selama ini saya selalu bayar full, so saya tidak tertarik. Mungkin buat yang suka bayar nyicil, penawaran ini menarik karena bunganya relatif lebih kecil dibanding biasanya sebesar 3.25-3.5%
Tetapi saya lantas berpikir, ngapain juga tuh Citibank repot2 begitu. Terlepas dari strategy bank yang saya ga gitu ngerti, saya coba mengira2 rupanya dia juga kepengen kali dapat untung bunga 2.5% itu. Memang sich kalau dari belanjaan / tagihan saya tidak begitu besar, 2.5% mah kecil, tapi coba bayangkan bila dia berhasil menggaet ribuan customernya utk meng-eazypaykan tagihan mereka semua. Wow handsome money.
Tidak banyak kerja, tiap bulan dapat bunga 2.5% dari ribuan nasabah, wah itu bukan lagi 1% x 100, tapi 2.5% x ribuan orang :)
So bagaimana dengan usaha Anda? Apakah Anda terlalu terikat dengan bisnis Anda? Apakah bisnis Anda bekerja untuk Anda atau Anda bekerja untuk bisnis Anda??
Brad Sugars sich bilang "You worked hard because your business doesn’t! " Ehmm... kurang ajar juga ya sindirannya, tapi kalau mau jujur ama diri sendiri , kadang memang kenyataannya begitu kan.
The key to success is laziness, seakan kontroversial, tetapi sepertinya memang begitu, kalau Anda kepengen kehidupan Anda lebih santai, mau tidak mau Anda harus kerja keras mikirin gimana caranya.
Tentu Anda kepingin punya lebih banyak quality time bersama keluarga dan sahabat. Bukan seharian di kantor ngurusin kerjaan/usaha sampe anak istri terlantar.
So try your best to work ON your business, not IN it !
Daggg...
Tuesday, June 12, 2007
8 Profil & Jalur Kekayaan (Wealth Profiles)
Belajar dan belajar, cuman belajar mulu, prakteknya kapan? begitulah kadang2 sindiran orang atau bahkan teman dekat kita. Entah maksud mereka justru untuk memberi semangat atau malah menjatuhkan :)Tapi saya sendiri pernah mengalami, sudah banyak belajar, tetapi tetap saja untuk memulainya sulit sekali, masih banyak kebingungan,rasa takut, takut gagal, takut salah dsbnya.
Nah sampai akhirnya saya bertemu dengan Roger Hamilton, disitu kemudian saya menemukan "KEJELASAN" mengenai bisnis saya.Kadang2 kalau belum menemukan "KEJELASAN" rasanya tidak heran kalau timbul kekuatiran dan ketakutan kalau kita akan banyak mengalami trial&error saat berbisnis, tabrak sana, tubruk sini, dsbnya.
Roger Hamilton di Indo mungkin tidak atau belum sepopuler Robert Kiyosaki, tetapi pembahasannya mengenai profil/jalur kekayaan,sangat membuka mata saya.Secara singkat saja, saya mengutip apa yang saya pelajari dari Roger Hamilton. Beliau mengatakan bahwa jalur kekayaan setiap orang berbeda2 dan setiap orang perlu tahu jalur kekayaan mana yang tepat atau sesuai dengan diri masing2, dan setelah itu barulah mencontoh atau meneladani orang2 yang sudah lebih dulu sukses di jalur itu untuk mempercepat kesuksesan kita.
Selain itu pentingnya mengetahui jalur/profil kekayaan adalah agar kita tidak terjebak pada jalur/profil yang salah, atau salah masuk pada jalur/profil kekayaan yang tidak sesuai dengan kita. Hasilnya ? Bisa fatal sekali, dapat menyebabkan kebrangkutan atau kerugian besar.
Secara ringkas, 8 Profil Kekayaan yg dimaksud adalah :
1. The Creator
Kaya dari menciptakan produk, misal : Walt Disney,Bill Gates
2. The Star
Kaya dari menjual diri , misal : Tom Cruise, Michael Jordan, Oprah
3. The Supporter
Kaya dari leadership , misal : Jack Welch(GE), Steve Balmer(Microsoft)
4. The Deal Maker
Kaya dari deal , misal : Donald Trump, Li Ka Shing
5. The TraderKaya dari trading , misal : George Soros
6. The Accumulator
Kaya dari pengakumulasian usaha / saham, misal : Warren Buffet
7. The Lord
Kaya dari Cashflow, misal : Raja minyak John Rockefeller & Paul Getty
8. The Mechanic
Kaya dari Sistem, misal : Sam Walton (Walmart), Ray Kroc (Mc Donald)
Nah kini tentunya Anda pun bisa melihat lebih jelas, bahwa jalan menuju kekayaan dapat ditempuh melalui 8 jalur ini, pertanyaan tinggal jalur/profil mana yang sesuai dengan diri Anda??
Mengapa profil kekayaan ini penting? Ada 2 alasan, yaitu agar Anda dapat dengan mudah memfokuskan dan mempelajari cara pencapaian sukses dari orang yang sudah lebih dulu sukses di jalur/profil yang sama dengan Anda. Misal bila Anda adalah The Star, Anda tinggal mempelajari orang2 sukses yang juga adalah The Star, apa yang mereka kerjakan,bagaimana cara mereka mengembangkan diri mereka, bagaimana mereka menerapkan leverage , dll.
Alasan ke dua, karena dengan mengenali profil Anda, Anda jadi lebih tahu apa kekuatan dan kelemahan Anda, sehingga Anda membutuhkan rekan lain dari profil yang berbeda untuk mengisi kelemahan Anda dan menjadi kuat.
Misalnya Anda adalah The Creator, Anda selalu punyaide2 yang cemerlang dan dapat menciptakan sesuatu produk/hal yangbaru, namun Anda mengalami kesulitan untuk merubahnya menjadi uang. Nah disini Anda mungkin memerlukan bantuan dari Supporter atau Mechanic untuk memasarkan jasa/produk Anda.
Terus terang saya sendiri juga belum pernah menjalankan test dari Roger Hamilton untuk mengetahui mana profil yang sesuai dengan saya,saya akan senang sekali kalau misalnya ada tim dari Roger Hamilton Indonesia yang mengetahui akan hal ini, and siapa tahu mereka mau memfasilitasi kita semua untuk ikut test apalagi dengan Free, haha...saya yakin pasti disini semua juga pengen ikutan ya.
Tetapi seiring dengan waktu, melalui analisa2 pribadi, perenungan,pengalaman, rasa2nya saya tau apa profil saya, dan saat ini saya sedang mengikuti apa yg dilakukan oleh orang2 yang punya profil sama dan sudah lebih dulu sukses.
Mudah2an saya pun bisa mempercepat kesuksesan saya, dan tentunya saya pun berharap demikian halnya dengan Anda.
MMC = Money..Money..Come ! :)
www.frankytanz.blogspot.com
Friday, May 25, 2007
Five Kinds of Leverage
1. Waktu
Banyak orang tidak menyadari bahwa waktu adalah aset yang palingberharga.Bila Anda kehilangan uang, Anda dapat mendapatkannya kembali. Namun bila waktu berlalu, tidak ada satu cara pun untuk mengembalikannya.Salah satu cara untuk me-leverage waktu Anda adalah dengan mendelegasikan semua pekerjaan kepada orang lain, dan Anda HANYA mengerjakan hal dimana HANYA Anda yang bisa mengerjakannya dan HANYA fokus kepada pekerjaan/hal2 yang menghasilkan pemasukan.
Sering kita temukan pengusaha yang serba bisa, dia jago bikin laporan keuangan, jago bikin surat, jago produksi, pintar bikin proposal, bikin penawaran,dsbnya. Memang banyak yang mengatakan kalau bisa dikerjakan sendiri kenapa harus bayar orang lain,bukankah lebih baik berhemat? Memang betul, apalagi usaha yang Anda jalankan masih terbilang baru,tetapi pada tahapan yang berikutnya, Anda harus bisa dan mau mendelegasikan semua pekerjaan yang bisa dikerjakan orang lain dan Anda hanya fokus memikirkan dan mengerjakan hal-hal yang membawa profit kepada usaha Anda.
Boleh dikatakan Anda harus lebih fokus kepada marketing, yaitu cara, tindakan, konsep, pemikiran apa yang bisa membawakan hasil lebih baik bagi usaha Anda.Jika Anda dapat melakukannya, maka Anda telah me-leverage waktu Anda. Sudah saatnya membuang segala kesibukan dan kerepotan yang tidak ada hubungannya dengan proses meningkatkan profit Anda.
2. Tenaga
Ini mirip dengan waktu, yaitu bagaimana Anda me-leverage tenaga Anda dengan meng-hire orang lain atau membeli peralatan/mesin yang dapat meringankan beban/tenaga Anda dan ujung-ujungnya juga kepada waktu Anda. Jutaan orang menginginkan sebuah pekerjaan, mereka lebih mementingkan security daripada opportunity. Jadi rasanya tidak sulit untuk mempekerjakan orang lain ketimbang Anda sendiri yang turun tangan.
Untuk hal lain, tentunya patut dipertimbangkan peralatan kerja/mesin untuk dapat me-leverage tenaga, walau kadang biayanya mahal, namun dalam hitungan jangka panjang, akan membawa keuntungan bagi Anda dari segi waktu, tenaga dan tentunya konsistensi.
3. Pengalaman
Mana lebih baik, duduk bicara bersama seorang pebisnis yang sudah sukses, atau coba-coba sendiri memulai bisnis Anda ?Saya sich lebih suka ngobrol dengan pebisnis itu, kalau memang harus dan perlu, biar saya saja yang bayarin makannya, atau kalau perlu saya antar jemput sekalian. Mengapa?Karena kita bisa me-leverage dengan mengambil pengalaman dari sang pebisnis sukses tsb.Dia sdh melewati hambatan dan tantangan bisnis hingga bisa sukses,untuk apa kita coba trial and error lagi sendiri, buang uang, waktu, tenaga, frustasi, dsb.Kalau bisa menyerap ilmu & pengalaman orang lain, itu akan mem-boosting usaha kita.
Bayangkan bila seminggu sekali bisa duduk bareng dengan Robert Kiyosaki belajar investasi properti, ga sampe 1 tahun, pasti Anda sudah profit besar.
4. Ide
Pernah lihat iklan perusahaan yang mengadakan sayembara berhadiah bagi umum untuk mengirimkan ide kreatif tentang produk/promosi dari perusahaan tsb?Perusahaan tsb pasti sedang ingin me-leverage dengan mengambil ide dari orang lain.Hadiahnya tidak seberapa, paling2 cuma 10-20 juta, atau paling cuman handphone, tapi dalam waktu sekejap ribuan ide masuk ke perusahaan tsb.Dalam sekejap ide2 diperoleh, tinggal dianalisa, evaluasi lalu akhirnya diterapkan oleh perusahaan dan BOOM, make a lot of money ! Cuman dengan modal handphone yang harganya ga sampe 10juta.
Anda tahu buku best seller seri Chicken Soup yang terkenal itu? Anda pikir itu penulisnya yang bikin? Itu adalah kumpulan tulisan yang dikumpulkan dari penjuru dunia (or US?) yang kemudian tinggal dipilih dan dibundel jadi satu seri. Bayangkan betapa hebat leverage-nya, ide tulisan dari orang lain, tapi benar2 powerful karena merupakan kisah nyata yang memberikan inspirasi.Tapi yang menarik keuntungan? Jelas yang bikin buku itu :)
5. Uang
Nah yang terakhir adalah leverage uang. Uang tidak dapat dipungkiri memang merupakan salah satu sumber daya yang besar dalam pencapaian kesuksesan. Asal bisa mengelolanya dengan baik.Orang sering terbentur dengan modal, nah kalau nungguin modal melulu, bisa-bisa ga mulai2 usaha. Alternatifnya ya mulailah dengan usaha yang memang modal kecil, tapi kalau tetap butuh modal ada beberapa cara misalnya meminjam dengan teman/saudara, berhutang,pake kartu kredit, patungan/kerjasama, bagi hasil, share saham,dsbnya.
Tapi terus terang kalau saya pribadi tidak mengusulkan hutang,apalagi kalau dengan bunga tinggi, memang ada istilah hutang baik,itu berarti Anda selesaikan dulu PR Anda sebelum memutuskan berhutang apakah 99% pasti berjalan sesuai dengan perhitungan Anda. Bila tidak, apalagi masih coba2 dan belum proven, lebih baik jangan berhutang. Gunakan semaksimal mungkin apa yang ada pada Anda terlebih dulu.Kadang modal/uang juga dapat menjadi ukuran bagi kesiapan diri kita.Kalau uang/modal masih dikit, berarti mungkin memang Anda belum siap untuk usaha dengan modal besar, lakukanlah secara bertahap, step by step, hingga terkumpul dana/modal yang lebih besar utk ekspansi.
Yang lebih baik mungkin dengan bekerjasama dengan orang yang punya uang, itu berarti Anda harus berbagi keuntungan, tetapi tidak jadi masalah, karena Anda juga sesungguhnya berbagi resiko dengan org tsb. Hanya sejak dari awal harus jelas, bahkan bila perlu harus ada hitam putihnya, agar usahanya langgeng dan tidak ribut2 di kemudian hari.Maklum kalau urusan 1-2 juta masih baik2, tapi kalau sudah 100-200juta, apalagi 1-2Milyar, bisa konflik bahkan gontok2an memperebutkan usaha atau keuntungan.
Inilah 5 jenis leverage, kalau sudah tahu dan mengerti ya mesti mulai dicoba (kalau mau), asal jangan lupakan sistem !Yang pasti yang saya tahu, para millionaire dunia sangat-sangat mahir menggunakan 5 jenis leverage ini. Makanya dalam waktu singkat mereka bisa punya usaha macam2 tetapi berhasil juga. Mudah2an kita semua juga bisa demikian.
Daggg...
http://frankytanz.blogspot.com/
Hypnotize Customers - 2
Hi again,IMAGINE having CONTROL of your customers so they will buy from YOU instead of your competitor. That's WONDER my friend. Off course, no BAD product can sell well. With this method, yes you can sell bad products, but not in the long run.
Remember the cigarette brand, LONG BEACH? It sells like crazy during the 1stperiod. Then? Death do them apart.So friends, the key to this hypnotic method is one, only one, and its a simple one. EMOTIONAL VALUE. STOP thinking ONLY about what your product can give RATIONALLY, START thinking about what your product can give EMOTIONALLY.
As i mentioned earlier, research proved that more than 50% of purchase decission is made by emotion first THEN LOGIC ADJUST TO THE DECISSION. I'm sure u want an example by now. Here's one example: Why do you think, nowadays, Toyota Vios can NOT sell as good asother sedan? Rationally, you have all the reasons to get this good sedan. Go compare! with that price, its definitely worth the pricetag! But why the hell arent they selling well?Cause emotionally, people think: 'TAXI' Get it? Look at the brands that TAXIs are using. Any of them still selling well today?
Example 2:know EVIAN? have u tasted it? any different with AQUA, which cost a LOT LESS? exactly. But how can EVIAN still sells well and evengrowing? you know why.Now that you're getting more understanding bout this method, here's Example 3:Samsung Plasma TV sells the highest in the world! A korean brand! Itbeats SONY, TOSHIBA, etc, far far far away. Why? The answer, go compare their ads. While other brands talking about how good their resolutions, colors, etc. Samsung didn't even TOUCH those issue.Their ads simply AROUSE the EMOTION of 'How would it FEEL to have acool designed Plasma in your apartment 'EMOTIONAL VALUE is a value that you can put into your product so that people based their decission on 'feeling' or 'emotion' first then the logic will try to adjust to agreement.
Example of how this works in people's mind: EMOTION: I want to have a Plasma TV ,LOGIC: But I already have a big TV, EMOTION: But when my friends come to my house, they'll see how cool and 'rich' and 'trendy' i am. I'll have something to brag and make the house looks beautiful. LOGIC: And now its getting cheaper! I dont have to spend much. I can pay monthly with credit card with 0% interest! And i think its ok to spoil myself once in a while. I've worked hard to earn money, i need to spend it sometime. And it saves some space instead of a big fatTV. And i promise i'll save more money after i buy the plasma.
See how the logic adjust to ur emotional decission? Think about it. Memorize, im sure u have at least 1 product that you buy with emotion decission first then logic comes next to support.
So my dearest friends, lets hypnotize. Hope this is useful.
Damon
RED Comm. Brand Development.
