Friday, May 25, 2007

Five Kinds of Leverage

Ada 5 jenis leverage dan bila Anda benar-benar menguasainya, maka Anda hampir bisa dipastikan telah menguasai setengah jalan menuju kesuksesan usaha Anda. Semua millionaire telah mengetahui dan menguasai hal ini, bahkan mereka benar-benar ahli dalam menerapkannya.

1. Waktu
Banyak orang tidak menyadari bahwa waktu adalah aset yang palingberharga.Bila Anda kehilangan uang, Anda dapat mendapatkannya kembali. Namun bila waktu berlalu, tidak ada satu cara pun untuk mengembalikannya.Salah satu cara untuk me-leverage waktu Anda adalah dengan mendelegasikan semua pekerjaan kepada orang lain, dan Anda HANYA mengerjakan hal dimana HANYA Anda yang bisa mengerjakannya dan HANYA fokus kepada pekerjaan/hal2 yang menghasilkan pemasukan.

Sering kita temukan pengusaha yang serba bisa, dia jago bikin laporan keuangan, jago bikin surat, jago produksi, pintar bikin proposal, bikin penawaran,dsbnya. Memang banyak yang mengatakan kalau bisa dikerjakan sendiri kenapa harus bayar orang lain,bukankah lebih baik berhemat? Memang betul, apalagi usaha yang Anda jalankan masih terbilang baru,tetapi pada tahapan yang berikutnya, Anda harus bisa dan mau mendelegasikan semua pekerjaan yang bisa dikerjakan orang lain dan Anda hanya fokus memikirkan dan mengerjakan hal-hal yang membawa profit kepada usaha Anda.

Boleh dikatakan Anda harus lebih fokus kepada marketing, yaitu cara, tindakan, konsep, pemikiran apa yang bisa membawakan hasil lebih baik bagi usaha Anda.Jika Anda dapat melakukannya, maka Anda telah me-leverage waktu Anda. Sudah saatnya membuang segala kesibukan dan kerepotan yang tidak ada hubungannya dengan proses meningkatkan profit Anda.

2. Tenaga
Ini mirip dengan waktu, yaitu bagaimana Anda me-leverage tenaga Anda dengan meng-hire orang lain atau membeli peralatan/mesin yang dapat meringankan beban/tenaga Anda dan ujung-ujungnya juga kepada waktu Anda. Jutaan orang menginginkan sebuah pekerjaan, mereka lebih mementingkan security daripada opportunity. Jadi rasanya tidak sulit untuk mempekerjakan orang lain ketimbang Anda sendiri yang turun tangan.

Untuk hal lain, tentunya patut dipertimbangkan peralatan kerja/mesin untuk dapat me-leverage tenaga, walau kadang biayanya mahal, namun dalam hitungan jangka panjang, akan membawa keuntungan bagi Anda dari segi waktu, tenaga dan tentunya konsistensi.

3. Pengalaman
Mana lebih baik, duduk bicara bersama seorang pebisnis yang sudah sukses, atau coba-coba sendiri memulai bisnis Anda ?Saya sich lebih suka ngobrol dengan pebisnis itu, kalau memang harus dan perlu, biar saya saja yang bayarin makannya, atau kalau perlu saya antar jemput sekalian. Mengapa?Karena kita bisa me-leverage dengan mengambil pengalaman dari sang pebisnis sukses tsb.Dia sdh melewati hambatan dan tantangan bisnis hingga bisa sukses,untuk apa kita coba trial and error lagi sendiri, buang uang, waktu, tenaga, frustasi, dsb.Kalau bisa menyerap ilmu & pengalaman orang lain, itu akan mem-boosting usaha kita.

Bayangkan bila seminggu sekali bisa duduk bareng dengan Robert Kiyosaki belajar investasi properti, ga sampe 1 tahun, pasti Anda sudah profit besar.

4. Ide
Pernah lihat iklan perusahaan yang mengadakan sayembara berhadiah bagi umum untuk mengirimkan ide kreatif tentang produk/promosi dari perusahaan tsb?Perusahaan tsb pasti sedang ingin me-leverage dengan mengambil ide dari orang lain.Hadiahnya tidak seberapa, paling2 cuma 10-20 juta, atau paling cuman handphone, tapi dalam waktu sekejap ribuan ide masuk ke perusahaan tsb.Dalam sekejap ide2 diperoleh, tinggal dianalisa, evaluasi lalu akhirnya diterapkan oleh perusahaan dan BOOM, make a lot of money ! Cuman dengan modal handphone yang harganya ga sampe 10juta.

Anda tahu buku best seller seri Chicken Soup yang terkenal itu? Anda pikir itu penulisnya yang bikin? Itu adalah kumpulan tulisan yang dikumpulkan dari penjuru dunia (or US?) yang kemudian tinggal dipilih dan dibundel jadi satu seri. Bayangkan betapa hebat leverage-nya, ide tulisan dari orang lain, tapi benar2 powerful karena merupakan kisah nyata yang memberikan inspirasi.Tapi yang menarik keuntungan? Jelas yang bikin buku itu :)

5. Uang
Nah yang terakhir adalah leverage uang. Uang tidak dapat dipungkiri memang merupakan salah satu sumber daya yang besar dalam pencapaian kesuksesan. Asal bisa mengelolanya dengan baik.Orang sering terbentur dengan modal, nah kalau nungguin modal melulu, bisa-bisa ga mulai2 usaha. Alternatifnya ya mulailah dengan usaha yang memang modal kecil, tapi kalau tetap butuh modal ada beberapa cara misalnya meminjam dengan teman/saudara, berhutang,pake kartu kredit, patungan/kerjasama, bagi hasil, share saham,dsbnya.

Tapi terus terang kalau saya pribadi tidak mengusulkan hutang,apalagi kalau dengan bunga tinggi, memang ada istilah hutang baik,itu berarti Anda selesaikan dulu PR Anda sebelum memutuskan berhutang apakah 99% pasti berjalan sesuai dengan perhitungan Anda. Bila tidak, apalagi masih coba2 dan belum proven, lebih baik jangan berhutang. Gunakan semaksimal mungkin apa yang ada pada Anda terlebih dulu.Kadang modal/uang juga dapat menjadi ukuran bagi kesiapan diri kita.Kalau uang/modal masih dikit, berarti mungkin memang Anda belum siap untuk usaha dengan modal besar, lakukanlah secara bertahap, step by step, hingga terkumpul dana/modal yang lebih besar utk ekspansi.

Yang lebih baik mungkin dengan bekerjasama dengan orang yang punya uang, itu berarti Anda harus berbagi keuntungan, tetapi tidak jadi masalah, karena Anda juga sesungguhnya berbagi resiko dengan org tsb. Hanya sejak dari awal harus jelas, bahkan bila perlu harus ada hitam putihnya, agar usahanya langgeng dan tidak ribut2 di kemudian hari.Maklum kalau urusan 1-2 juta masih baik2, tapi kalau sudah 100-200juta, apalagi 1-2Milyar, bisa konflik bahkan gontok2an memperebutkan usaha atau keuntungan.

Inilah 5 jenis leverage, kalau sudah tahu dan mengerti ya mesti mulai dicoba (kalau mau), asal jangan lupakan sistem !Yang pasti yang saya tahu, para millionaire dunia sangat-sangat mahir menggunakan 5 jenis leverage ini. Makanya dalam waktu singkat mereka bisa punya usaha macam2 tetapi berhasil juga. Mudah2an kita semua juga bisa demikian.

Daggg...
http://frankytanz.blogspot.com/

Hypnotize Customers - 2

Hi again,IMAGINE having CONTROL of your customers so they will buy from YOU instead of your competitor. That's WONDER my friend. Off course, no BAD product can sell well. With this method, yes you can sell bad products, but not in the long run.

Remember the cigarette brand, LONG BEACH? It sells like crazy during the 1stperiod. Then? Death do them apart.So friends, the key to this hypnotic method is one, only one, and its a simple one. EMOTIONAL VALUE. STOP thinking ONLY about what your product can give RATIONALLY, START thinking about what your product can give EMOTIONALLY.

As i mentioned earlier, research proved that more than 50% of purchase decission is made by emotion first THEN LOGIC ADJUST TO THE DECISSION. I'm sure u want an example by now. Here's one example: Why do you think, nowadays, Toyota Vios can NOT sell as good asother sedan? Rationally, you have all the reasons to get this good sedan. Go compare! with that price, its definitely worth the pricetag! But why the hell arent they selling well?Cause emotionally, people think: 'TAXI' Get it? Look at the brands that TAXIs are using. Any of them still selling well today?

Example 2:know EVIAN? have u tasted it? any different with AQUA, which cost a LOT LESS? exactly. But how can EVIAN still sells well and evengrowing? you know why.Now that you're getting more understanding bout this method, here's Example 3:Samsung Plasma TV sells the highest in the world! A korean brand! Itbeats SONY, TOSHIBA, etc, far far far away. Why? The answer, go compare their ads. While other brands talking about how good their resolutions, colors, etc. Samsung didn't even TOUCH those issue.Their ads simply AROUSE the EMOTION of 'How would it FEEL to have acool designed Plasma in your apartment 'EMOTIONAL VALUE is a value that you can put into your product so that people based their decission on 'feeling' or 'emotion' first then the logic will try to adjust to agreement.

Example of how this works in people's mind: EMOTION: I want to have a Plasma TV ,LOGIC: But I already have a big TV, EMOTION: But when my friends come to my house, they'll see how cool and 'rich' and 'trendy' i am. I'll have something to brag and make the house looks beautiful. LOGIC: And now its getting cheaper! I dont have to spend much. I can pay monthly with credit card with 0% interest! And i think its ok to spoil myself once in a while. I've worked hard to earn money, i need to spend it sometime. And it saves some space instead of a big fatTV. And i promise i'll save more money after i buy the plasma.

See how the logic adjust to ur emotional decission? Think about it. Memorize, im sure u have at least 1 product that you buy with emotion decission first then logic comes next to support.

So my dearest friends, lets hypnotize. Hope this is useful.

Damon

RED Comm. Brand Development.

The Wealth Formula

Hari ini saya mereview kembali apa yang saya pelajari dari Roger Hamilton (www.rogerhamilton.com). Satu rumusan yang sangat membuka mata saya tentang pencapaian kesuksesan dalam bisnis adalah paparannya mengenai Wealth Formula.

Apa itu rumus Wealth Formula ? Wealth = Value x Leverage. Semakin besar value produk/jasa kita dan semakin banyak leverage yang kita terapkan pada bisnis/jasa kita, maka semakin besar pula wealth yang bisa dicapai.

Apa itu value? Mungkin istilah kasarnya adalah nilai/manfaat dari produk/jasa Anda. Semakin besar manfaat yang dirasakan/diterima customer Anda dari produk/jasa Anda, maka berarti value-nya makin besar pula.Value jugalah yang membuat orang mau mengeluarkan uangnya dan menukarkannya dengan produk/jasa Anda.

Contoh yang sederhana, misalkan handphone.Ada handphone A yang harganya puluhan juta, tapi ada juga handphone B yang harganya hanya ratusan ribu. Lantas mengapa orang-orang banyak yang memilih membeli handphone A walaupun harganya jauh berbeda dengan yang B? Karena value-nya. Handphone A lebih banyak fiturnya, lebih keren designnya, lebih canggih teknologinya, lebih tipis, lebih ringan, lebih kecil, dan kadang-kadang juga bisa membuat pemakainya lebih bergengsi. Semua value tsb yg kemudian membuat orang mau membeli handphone A.

Bagaimana dengan produk/jasa kita? Bagaimana customer kita memandang value dari produk/jasa kita? Kita harus bisa melakukan penilaian thd value yang kita tawarkan.Kalau ternyata valuenya kecil, atau biasa2 saja, ya wajar saja kalau angka penjualan juga biasa2 saja, karena memang customer tidak mau mengeluarkan uangnya lebih banyak atau bahkan sama sekali tidak mau mengeluarkan uangnya untuk membeli produk/jasa kita.

Coba pikirkan, mengapa ada perusahaan yang berani membayar seorang pembawa acara yang tarifnya mencapai puluhan juta untuk sekali tampil, sedangkan banyak tersedia pembawa acara yang jauh lebih murah?Mengapa perusahaan2 berani membayar ratusan juta bahkan miliaran untuk seorang bintang iklan?Mengapa ada mobil yang mencapai miliaran dan laku keras, padahal banyak mobil yang harganya jauh lebih murah?Mengapa orang mau menginap di hotel yang tarifnya puluhan bahkan ratusan juta permalam?

So bagaimana dengan produk/jasa Anda?Lalu apa itu leverage? Tunggu tulisan saya yang akan datang tentang leverage. Yang pasti leverage adalah sebuah kata yang telah mengantarkan banyak pengusaha menjadi milyarder dunia.

Dagg...
www.frankytanz.blogspot.com

Hypnotizing Customers

Dudes,Logic in shopping is DYING. Calculations of benefits they can get from a product is SHIFTING.Research in the US has proven that people dont only decide to purchase a product/a brand just because they THINK its the right one. and also, its not always because they THINK its a good product.

Whats MORE surprising, very oftenly now people buy products without even thinking WHY. But do they feel sorry afterwards? Not at all!They can even re-purchase.There's this one ad of MontBlanc i saw a couple of years ago, the visual is only a closeup picture of the pen's ass with the white flower logo and a short, a ridiculously short, headline that goes something like this: 'Expensive by design'. After this ad, Sales for the pen boost up. Why?!! Aah....this can only happen to high and expensive products. WRONG!

Another example: a flower and bouquet company's advertising i saw used only a simple showcase of 6 nice flower arrangement put nicely in a row side by side with a black background. The headline? It goes like this: 'Exactly how mad is she?' Sales rocket up like Apollo 13.Crazy? I say clever. Deceiving? I say HYPNOTIZING.

How can this work for my product? Very simple. I gotta go to a meeting now and will post the answer when i get back.

Cheers dude!

Damon

RED Communication Brand Development

SYSTEM = Save YourSelf Time, Energy, Money

Bicara soal "SISTEM", kata ini benar2 membuka mata saya sejak kurang lebih 3 tahun yang lalu. Sejak dulu saya bercita2 kepengen jadi pengusaha yang sukses, semata2 karena saya merasa bahwa saya mampu. Saya merasa bahwa saya punya insting bisnis, smart dan kreatif.

Selain itu saya juga suka jualan , bisa memimpin, bisa manage orang dan saya bisa dan mampu membuat calon customer/klien akhirnya mau membeli produk atau jasa saya. Tetapi sejak banyak membaca buku khususnya tentang bisnis dan kisah hidup orang2 yang terjun di dunia bisnis, serta mengamati praktek2 bisnis di lapangan, ternyata saya salah besar.

Saya sampai pada kesimpulan bahwa saya tidak mungkin menjadi pengusaha sukses dan memiliki usaha yang besar jika hanya mengandalkan kemampuan saya sendiri. Saya kemudian menemukan bahwa yang membedakan suatu usaha yang sukses dengan usaha yang biasa2 saja adalah SISTEM. Yang membedakan mengapa ada orang yang kewalahan mengurusi bisnisnya padahal baru cuman 1 perusahaan, sedangkan di sisi lain , ada perusahaan2 yang dengan sangat mudah dan cepat bisa membuka lebih dari 1 bahkan ratusan dan ribuan perusahaan. Jawabannya SISTEM.

Lalu mengapa ada orang yang kerjanya mati2an dari pagi sampai malam, bahkan tidak bisa istirahat di hari libur, sedangkan di saat yang sama kita menemukan ada orang yang punya berbagai usaha tetapi bisa santai bahkan berlibur justru bukan saat hari libur. Jawabannya SISTEM.

Di dunia bisnis, kita dengan mudah menemukan bahwa banyak usaha yang sukses ternyata bukan atau tidak dimiliki oleh orang yang punya skill tinggi di bidang bisnis tersebut.Ada restoran yang sukses, ternyata yang punya malah tidak bisa masak sama sekali. Ada salon yang ramai, ternyata bosnya tidak bisa menggunting rambut orang. Ada sekolah/kursus yang sukses, ternyata yang punya malah tidak lulus sekolah. Sebagian bisnis bahkan sebenarnya tidak mempunyai produk yang terbaik, tetapi karena memiliki sistem yang baik, akhirnya bisnis tsb bisa maju bahkan menghasilkan penjualan yang jauh lebih baik daripada perusahaan yang memiliki produk lebih baik.

Kita tentunya tahu bahwa burger Mc.Donald bukanlah merupakan produk yang terbaik atau terenak, banyak burger lain yang lebih baik dan lebih enak. Tetapi McDonald berhasil menjual jutaan burger dan bisa membuka outletnya dimana2 di dunia. Kok bisa? Tentunya karena mereka punya SISTEM.

Sesungguhnya dengan punya sistem dalam menjalankan usaha, hasil kerja bisa lebih baik, lebih pasti, lebih terkontrol, sekaligus menghemat banyak waktu kita, serta usaha dan tentunya uang kita. Sistem diterapkan pada seluruh aspek operasional usaha/bisnis, diantaranya sistem sales, sistem transaksi, sistem kasir, sistem stok, sistem promosi, sistem marketing, sistem produksi, sistem akuntansi hingga ke hal2 yang detil ,seperti sistem absensi, pakaian dan penampilan, sistem menyapa customer, sistem tele marketing, sistem menjawab telepon, sistem menangani keluhan customer, dsb.

Semakin baik dan lengkap sistem yang dimiliki suatu usaha/bisnis, semakin pasti hasil yang bisa diraih. Selain itu dengan sistem, kita mengurangi ketergantungan kepada manusia, karena manusia sering menyebabkan error/kesalahan. Dengan adanya sistem, maka orang yang bekerja mengerjakan atau bekerja sesuai sistem, dan sistem tersebut yang menjalankan usaha/bisnis. Sehingga hasil yang kita inginkan jauh lebih pasti, tetapi sekaligus membuat kita jauh lebih santai, daripada harus mengerjakan segala sesuatu sendiri atau terus menerus turun tangan menangani setiap masalah yang timbul karena tidak punya sistem.

So...bagaimana dengan Anda? Apakah Anda kewalahan menangani bisnis Anda, apakah Anda harus terus menerus turun tangan menangani semua masalah? Cobalah berhenti sejenak dan ambil waktu berpikir untuk membuat suatu sistem yang saya jamin akan sangat sangat membantu meringankan beban Anda.

www.frankytanz.blogspot.com

Tuesday, May 22, 2007

Sekilas mengenai blog MMC

Hai, ini adalah blog komunitas Money Maker Club (MMC). Blog ini memuat berbagai tulisan, artikel, ide, berita, informasi, pelajaran maupun pengalaman seputar bisnis, baik yang dialami oleh members MMC maupun dari dunia bisnis pada umumnya.

Bila Anda seorang pelaku bisnis atau sangat berminat dengan dunia bisnis silahkan bergabung dengan MMC.

Thanx !
MMC

Friday, May 18, 2007

Selamat Datang di Money Maker Club (MMC)

MMC adalah sebuah komunitas yang beranggotakan para pebisnis maupun orang-orang yang punya minat di dunia bisnis.
MMC bertujuan untuk menjadi sarana networking bagi para pebisnis, sekaligus menjadi tempat untuk saling berbagi pengalaman, ilmu dan informasi.
Untuk bergabung silahkan klik link di sebelah kanan.

Sementara halaman2 di web MMC ini masih kosong, silahkan kembali di kemudian hari untuk updatenya.

Thanx !
Money Maker Club (MMC)